Maafkanlah Masa Lalu dan Berbahagialah

Pernahkah Anda menuding hal buruk yang menimpa adalah sumber ketidakbahagiaan Anda?. Dalam hidup pastilah tiap orang pernah mengalami hal-hal buruk. Kerap hal buruk tersebut menjadi kambing hitam ketidakbahagiaan seseorang. Contohnya, ketika kehilangan orang yang dicintai, orang akan mengatakan, seandainya dia masih ada alangkah bahagianya saya. Atau saat mengalami kebangkrutan, orang akan mengatakan alangkah bahagia jika rekan bisnis mereka tidak menipu. Jika ini yang terjadi maka bahagia bagi Anda adalah bahagia yang bersyarat.

Anda akan merasa bahagia ketika tidak ada hal buruk yang terjadi dimasa lalu. Anda menyakini hal itu karena seolah begitulah yang sering terjadi. Padahal ada perspektif yang berbeda tentang bahagia. Bagi Adjie Silarus kebahagiaan seseorang seharusnya tidak ditentukan oleh masa lalunya. Menurutnya bahagia itu pilihan, kebahagiaan akan hadir jika orang MEMILIH UNTUK BAHAGIA!. Pria berpenampilan kalem ini juga mengatakan, jika masa lalu kita buruk tidak berarti masa depan juga akan kelam. Baginya masa depan yang cerah itu ditentukan oleh seberapa kuat Anda bisa memaafkan masa lalu.

Pria Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) ini menuturkan bahwa kebahagiaan akan hadir dengan sendirinya ketika seseorang memilih ikhlas memaafkan masa lalunya serta menanamkan rasa bahagia itu pada hati dan pikiran mereka. Ya, karena menurutnya bahagia itu tidak bersyarat seperti yang diyakini banyak orang.

Keikhlasan dan memaafkan masa lalu diibaratkan seperti bumi yang senantiasa memafkan manusia atas kesalahan yang mereka perbuat. Menurutnya, manusia harus belajar memaafkan, jadilah pemaaf bukan pendendam. “Masa lalu bukanlah sesuatu yang harus ada disetiap perjalanan. Masa lalu adalah jalan pembuka masa depan”, begitu kata Adjie Silarus.

Meditator yang saat ini bekerjasama dengan Personal Branding Agency dari Indscript Creative lebih jauh mengungkapkan bahwa ada cara yang tidak sulit untuk memaafkan masa lalu yang buruk. Mulailah bermeditasi, pejamkan mata, aturlah pernafasan, sadari seluruh rasa dalam diri dan terimalah semua rasa kebencian yang ada. Selanjutnya tarik nafas dan hembuskan pelan-pelan sambil membayangkan seolah-olah semua racun dalam diri kita peluk dengan kasih sayang bersama hembusan nafas itu.

Dia mengatakan bahwa trauma itu seperti karat yang memenuhi jantung hati dan diri seseorang yang akan merongrong kesehatan fisik dan jiwa seseorang. Rasa sakit dan trauma yang tidak teratasi akan mengakibatkan seseorang merasa sempit dan kecil ditengah kehidupan yang sesungguhnya besar dan luas. Karenanya, Adjie menyarankan, bangkitlah. Anda harus mencari bahagia dengan cara ternyaman yang Anda bisa. Sembuhkan diri Anda, dan hiduplah dengan tenang di masa kini. Ampunilah trauma dan masa lalu itu,” ujar Adjie Silarus dengan nada suara yang memotivasi sekaligus meneduhkan.

Menurutnya kunci bahagia adalah ketika seseorang mampu memadukan masa lalu, masa kini dan masa depan, menjadi satu kekuatan yang utuh. Adjie juga menyarankan untuk belajar melupakan hal buruk di masa lalu, membuang trauma dan mengikis dendam dengan cara menenangkan diri dan memasuki keheningan. Berdamailah dengan masa lalu melalui meditasi yang akan membantu Anda melepaskan semua beban jiwa. Meditasi juga akan membantu Anda memaafkan masa lalu dan menyembuhkan trauma.

Sudahkah Anda berdamai dengan masa lalu yang buruk dengan memaafkannya? Jika belum, lakukanlah dengan memulai bermeditasi.

3 thoughts on “Maafkanlah Masa Lalu dan Berbahagialah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s