Tenda Kreatif Ala Zahira

ayo main di tendaku!foto: dokumen pribadi
ayo main di tendaku!
foto: dokumen pribadi

Memiliki anak yang kreatif tentu menjadi harapan semua orangtua. Apa sebab? Sebab kreatifitas merupakan hal yang bisa membuat anak survive dalam kehidupannya kelak. Seperti kita tahu, tantangan hidup dari hari ke hari semakin kompleks dan berat. Orang-orang kreatif pasti akan mampu untuk menjawab tantangan itu. Mereka mampu untuk berpikir fleksibel sehingga akan mudah mencari jalan keluar ketika dihadapkan pada beragam masalah.

Untuk itulah sebagai orangtua, saya berupaya agar kreatifitas anak bisa berkembang optimal. Upaya ini saya lakukan untuk anak-anak saya, termasuk anak kedua saya, Zahira. Berikut adalah upaya yang saya lakukan:

Upaya pertama adalah memberi anak modal untuk kreatif. Agar anak aktif berkreasi maka dibutuhkan modal utama yaitu tubuh yang sehat. Untuk itu, memenuhi kebutuhan gizi seimbang harus dilakukan setiap hari. Namun ada saatnya Zahira sulit makan, bisa karena sakit atau sebab lain. Agar kebutuhan gizi tubuhnya tetap terpenuhi maka saya memberinya multivitamin Seven Seas. Kandungan DHA,  minyak hati ikan, omega 3, vitamin A dan vitamin D yang ada dalam Seven Seas dibutuhkan untuk perkembangan otak dan kesehatan anak. Seven Seas tersedia dengan rasa jeruk yang disukai Zahira.

Modal berikutnya adalah menyediakan sarana untuk kreatif seperti beragam mainan, puzzle, buku dan sarana lainnya yang bisa merangsang kreatifitas anak. Tidak perlu mahal, yang penting aman untuk anak-anak. Jika tidak bisa selalu membelikan sarana tersebut, saya pun “merelakan” perabot yang ada di rumah dipakai untuk memenuhi kebutuhan Zahira dalam berkreatifitas. Perabotan rumah pun telah menjadi sasaran empuk. Lemari, pintu kamar, kulkas, sepeda, meja belajar dan perabotan dapur bahkan tepung tak luput dari eksplorasinya.

Upaya kedua adalah memberi anak kesempatan untuk kreatif. Kesempatan itu berupa kebebasan berkreasi dan bereksplorasi. Di rumah maupun di luar rumah, anak-anak saya berikan keleluasaan untuk berkreasi dan bereksplorasi sesuai imajinasinya. Memberi Zahira keleluasaan berarti saya harus meminimalisir larangan. Hal ini dimaksudkan agar Zahira berani berkreasi dan mencoba hal baru sehingga kreatifitasnya semakin terasah.

Selanjutnya jika Zahira menghasilkan suatu karya maka saya akan memberinya pujian. Tujuannya adalah agar dia percaya diri dengan karyanya dan mau terus berkreasi. Biasanya, jika mendapat pujian maka senyum manis langsung tersungging di bibirnya yang mungil.

Memang sih, ada harga yang harus dibayar untuk bisa memenuhi kebutuhan Zahira dalam bereksplorasi, yaitu rumah tidak bisa rapi jali. Ada saja yang dibuatnya sehingga rumah tidak tahan lama rapinya. Baru saja lantai selesai di pel, sudah ada lagi yang berserakan, entah krayon, kertas, bedak dan mainan bahkan tepung. Dibutuhkan tenaga dan juga stok maklum yang harus selalu diisi.

Namun pengorbanan saya terbayar dengan banyaknya hal yang telah dilakukannya dan mampu membuat saya tersenyum. Sesuatu yang kadang tak terpikir oleh saya namun dia bisa melakukannya.

Suatu hari,….

”Mi, pinjem spreinya ya?” jarinya menunjuk sprei yang terpasang di kasur.

”Untuk apa spreinya?” Sayapun penasaran.

”Ada deh mi, boleh ya!” pintanya lagi.

”Oke deh, nanti kalau sudah selesai Ummi minta lagi spreinya ya!” akhirnya saya luluskan pintanya.

”Dah sana, ummi masak, jangan lihat-lihat ya!” Dia menyuruh saya ke dapur.

Kebiasaan deh, tidak mau dilihat kalau mau membuat sesuatu. Saya pun pergi ke dapur dan memasak sementara Zahira asyik bermain dengan spreinya.

Usai memasak saya pun menawarinya makan siang. Namun olala, ada yang membuatku terpana. Sprei yang tadi dimintanya telah menjadi tenda. Sepeda mini kesayangannya dan sebuah payung telah ditutupnya memakai sprei. Jadilah sebuah tenda ala Zahira. Dia pun sedang asyik bermain di dalam sana.

” Zahira mana ya?” Saya pura-pura tidak tahu.

”Ini lho mi, Zahira main tendaan (sebutan Zahira untuk berkemah)!” serunya girang.

”Wah tenda buat sendiri ya, dua jempol deh buat Zahira!” Saya memberi apresiasi atas kreatifitasnya itu.

Saya jadi ingat, dulu Zahira memang sempat mengutarakan keinginannya untuk memiliki tenda seperti punya temannya. Sampai sekarang hal itu belum bisa saya wujudkan. Ternyata dengan kreatifitasnya dia pun tetap bisa berkemah. Tak ada tenda asli, tenda tiruan buatan sendiri jadilah.

Bukan sekali ini saja Zahira “menciptakan” sesuatu sesuai dengan imajinasinya. Momen seperti ini adalah momen spesial yang membuat saya bahagia. Semoga dua hal yang saya berikan bisa membentuknya sebagai anak kreatif sehingga bisa meraih sukses di masa depan.

www.merk.co.id
http://www.merk.co.id

4 thoughts on “Tenda Kreatif Ala Zahira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s