foto: Majalah Irfan

Majalah Irfan Volume 7

foto: Majalah Irfan
foto: Majalah Irfan

Ini tulisan perdana di majalah anak-anak. Baca, cerita lengkapnya ya

Cantik, mungil dan buas, tiga kata ini cocok untuk menggambarkan hewan yang satu ini. Coba tebak hewan apakah gerangan?. Tubuhnya mungil alias imut-imut. Punggungnya berbentuk cembung, memiliki totol-totol hitam, warna punggungnya cerah, ada yang berwarna merah adapula yang berwarna jingga. Ada juga yang punggungnya berwarna hitam sedangkan totol-totolnya berwarna merah atau jingga. Cantik kan? Meskipun terlihat cantik, hewan yang satu ini tergolong predator lho! Jadi, dijamin buas.

Disebut mungil, karena memang ukuran tubuhnya hanya 8-10 mm saja. Lebih kecil dibanding dengan ukuran serangga lainnya seperti  belalang, kupu-kupu, jangkrik dan lainnya.

Lalu kenapa disebut hewan yang buas?. Hewan ini dikenal sebagai pemakan kutu. Ada macam-macam kutu yang dimakan seperti kutu daun, tungau, wereng dan serangga sisik. Hewan ini sanggup memakan 1000 ekor kutu sepanjang hidupnya. Wow, banyak sekali ya. Inilah yang menyebabkan hewan ini dikenal buas sebagai pemakan kutu.

Ayo, siapa yang sudah tahu, apa nama hewan yang satu ini? Hmm, namanya adalah Kumbang Koksi. Ya, hewan cantik, mungil dan buas ini adalah satu satu jenis kumbang yang ada di dunia. Kumbang Koksi ini memiliki banyak sebutan lho. Ada  yang menyebutnya sebagai Kumbang Helm, hi..hi..hi..mungkin karena bentuk tubuhnya cembung seperti helm ya.

Selain itu ada juga yang menyebutnya sebagai Kumbang Kubah, coba perhatikan bentuk tubuhnya, selain mirip helm ternyata juga mirip kubah ya. Sedangkan dalam Bahasa Inggris Kumbang Koksi memiliki sebutan Ladybug , Ladybettle dan Ladybird. Tuh kan, sebutannya banyak.

Kumbang Koksi memiliki kepala yang dilengkapi dengan antena, mulut dan mata. Kepalanya berbentuk bulat dan tipis.

Hewan cantik satu ini memiliki dua antena. Wah seperti televisi jaman dahulu ya antenanya sepasang. Antena ini berfungsi sebagai alat perasa dan alat pencium. Antena ini sangat membantu Kumbang Koksi untuk bisa menemukan mangsanya.

Mata Kumbang Koksi ada sepasang. Fungsinya yaitu untuk melihat. Namun demikian mata Kumbang Koksi tidak bisa membedakan warna lho. Matanya hanya mampu membedakan dua warna yaitu hitam dan putih.

Selanjutnya Si Cantik ini memiliki pelindung kepala yang disebut Pronotum. Letaknya persis di belakang kepala Kumbang Koksi. Fungsi Pronotum sebagai pelindung ternyata sama seperti fungsi helm ya.

Di bagian dada dan perut Kumbang Koksi terdapat kaki yang pendek, sayap, alat pencernaan, alat reproduksi dan juga cairan berbau menyengat sebagai alat perlindungan diri.

Kumbang Koksi memiliki dua macam sayap. Sayap depan disebut elitra dan sayap belakang disebut wings. Sayap elitra bertekstur keras dan berfungsi sebagai pelindung. Di bagian sayap inilah terdapat warna dan motif totol-totol yang cantik itu. Sementara sayap belakang teksturnya transparan. Sayap  belakang inilah yang dipakai untuk terbang. Kalau tidak sedang terbang sayap belakang akan dilipat di bawah sayap depan.

Bagian tubuh mana lagi ya yang belum disebut. Coba tebak? Ya benar, kaki. Kumbang Koksi memiliki kaki yang pendek sebanyak enam buah. Di kaki ini terdapat rambut-rambut yang amat tipis. Nah rambut tipis ini hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Rambut tipis ini menghasilkan minyak yang bersifat lengket. Sehingga meskipun berada di atas kaca, langit-langit atau permukaan yang sulit lainnya, kaki Kumbang Koksi bisa lengket dan membuatnya tidak terjatuh.

Kumbang Koksi memiliki daur hidup yang disebut metamorposis sempurna. Kehidupannya ada 4 tahapan, yang pertama telur, telur Kumbang Koksi berwarna kuning dan berbentuk oval. Telur-telur ini membutuhkan waktu satu minggu untuk menetas dan menjadi larva. Larva ini adalah tahap kedua kehidupan Kumbang Koksi. Larva ini berbentuk memanjang, berbulu dan memiliki enam kaki. Setelah itu larva berubah menjadi  kepompong setelah mencapai ukuran tertentu dan berusia dua  minggu dari waktu menetas. Kepompong akan menempel pada daun ataupun ranting.  Setelah satu minggu menjadi kepompong maka Kumbang Koksi dewasa lahir.

Oh ya, selain memakan kutu-kutuan, ada juga jenis Kumbang Koksi yang suka makan daun dan menjadi hama tanaman. Nah, Kumbang Koksi yang satu ini bernama Ephilacna Admirabilis.

Jadi, ada jenis Kumbang Koksi yang membasmi  hama kutu dan ada juga jenis Kumbang Koksi yang merupakan hama pemakan daun. Kumbang Koksi pemakan kutu amat membantu petani sedangkan Kumbang Koksi pemakan daun keberadaannya merugikan petani.

9 thoughts on “Majalah Irfan Volume 7

  1. Reblogged this on TURTLE DAY CARE and commented:
    Salah satu anak di day care ada yang lagi suka banget sama kumbang koksi. Alhasil supaya bisa mengimbangi rasa ingin tahunya, berburu deh informasi mengenai kumbang koksi. Dan nemu artike ini yang seru sekaligus informatif ^____^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s