Sehat dan Cerdas Tanpa Gula Tambahan

sst,..lagi konsentrasi nihfoto: dokumen pribadi
sst,..lagi konsentrasi nih
foto: dokumen pribadi

Memiliki anak-anak yang sehat dan cerdas tentu memerlukan upaya setiap orangtua. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah membentuk pola makan yang sehat yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Semua makanan yang dikonsumsi hendaknya memiliki nilai gizi dan dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan, tidak boleh kurang ataupun berlebihan.

Salah satu pola makan sehat yang harus dilakukan adalah membatasi konsumsi gula tambahan. Makanan yang mengandung gula tambahan bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menaikkan kadar gula dalam darah sehingga mengakibatkan pankreas dan organ tubuh lainnya bekerja lebih keras. Hal tersebut berdampak pada kesulitan konsentrasi pada anak, obesitas, resiko menderita diabetes miliitus ketika dewasa dan karies pada gigi. Bahaya ini bisa dihindari dengan membangun pola makan sehat.

Bunda biasanya adalah orang yang menyiapkan makanan untuk seluruh anggota keluarga. Peran bunda disini bukan hanya sebagai koki dan ahli gizi namun juga sebagai eksekutor dari pola makan yang sehat. Mengingat, pola makan anak biasanya dipengaruhi oleh pola makan keluarganya.

Membangun pola makan yang sehat sebaiknya dilakukan sejak anak mendapat MPASI. Saat inilah untuk pertamakalinya anak merasakan makanan selain ASI.  Penting untuk mengenalkan anak pada rasa asli makanan tanpa bumbu. Hal ini untuk menghindari kebiasaan pilih-pilih makanan dan hanya mengganggap satu rasa tertentu enak sedangkan yang lain tidak enak. Jika dalam MPASI tersebut ditambahkan bumbu seperti garam atau gula maka ini akan mengacaukan selera makan anak.

Bagaimana jika anak-anak terlanjur menyukai makanan manis yang mengandung gula tambahan?. Hal ini terjadi pada anak kedua saya, Zahira (4 tahun). Dia amat suka dengan makanan dan minuman manis. Hampir semua makanan dan minuman manis yang pernah tersaji di rumah dilahapnya tanpa ampun.

Setelah tahu dampak buruk dari gula tambahan yang dikonsumsi secara berlebih maka kini saya membatasi konsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan sebisa mungkin justru memberikan makanan tanpa gula tambahan. Dengan usianya sekarang, dalam sehari Zahira tidak boleh mengonsumsi gula tambahan lebih dari 8 sendok teh. Saya mulai mengatur makanan dan minuman manis apa yang boleh dikonsumsi, berapa porsinya dan kapan boleh mengonsumsinya. Ini saya lakukan semata-mata demi kesehatan Zahira, bukan bermaksud memusuhi gula atau bahkan paranoid terhadap gula tambahan.

Kesehatan yang prima tentu akan menunjang kecerdasan seorang anak. Agar anak-anak bisa tumbuh cerdas maka ia harus bisa berkonsentrasi dengan baik. Hal ini diperlukan agar anak bisa memahami apa yang dipelajarinya. Bukan hanya pelajaran di sekolah namun juga belajar memahami peristiwa yang terjadi di alam semesta.

coba tebak aku nggambar apa? foto:dokumen pribadi
coba tebak aku nggambar apa? foto:dokumen pribadi

Konsentrasi yang baik selain membutuhkan kesehatan juga memerlukan latihan. Lebih dini anak dilatih konsentrasi maka akan lebih baik. Hal ini disebabkan oleh kemampuan otak anak dalam menyerap informasi amat besar di 3 tahun pertama kehidupannya.

 

Di rumah, saya sediakan beragam mainan sebagai sarana mereka belajar. Belajar melalui mainan akan membuat proses belajar menjadi menyenangkan. Dalam kondisi ini anak-anak akan dapat menyerap dengan baik apa yang dipelajarinya. Buku-buku bergambar dengan warna menarik juga membantu mereka mengenal banyak benda, hewan, tumbuhan, angka, kebiasaan baik dan lain-lain.

Sebelum tidur, membacakan cerita telah menjadi agenda rutin berselang-seling dengan main tebak-tebakan. Tentu saja pertanyaannya disesuaikan dengan usianya.

balapan renang foto: dokumen pribadi
balapan renang
foto: dokumen pribadi

Untuk menjaga staminanya agar tetap fit, mereka saya ajak berenang. Selain berlatih renang mereka juga bisa bermain seluncuran dan merasakan sensasi terguyur air. Hal ini tidak hanya membuat mereka bugar namun juga rileks karena mereka bisa tertawa lepas. Bahkan Zahira, tiap pergi ke sekolah dia memilih mengayuh sepeda mini kesayangannya.

gowes ke sekolahfoto:dokumen pribadi
gowes ke sekolah
foto:dokumen pribadi

Memberi makanan bergizi seimbang setiap hari adalah langkah penting yang tidak boleh terlewat. Pemenuhan zat gizi makro maupun mikro seperti seperti karbohidrat, protein, lemak, kalsium, vitamin dan mineral, saya usahakan bervariasi agar nafsu makan tetap baik. Tidak lupa meminum susu sebagai salah satu sumber gizi yang penting. Apalagi sekarang ada  Anmum Essential 3&4 tanpa gula tambahan yang bisa dijadikan pilihan, agar terhindar dari konsumsi gula tambahan berlebih.

Dari semua upaya yang telah saya lakukan, Zahira kini mulai terbiasa dengan pola makan yang saya terapkan. Zahira memiliki daya tangkap yang baik dan banyak akalnya. Pola makan yang sehat tanpa gula tambahan akan membuat anak tumbuh sehat dan cerdas.

bersama buku IIDN Interaktiffoto:dokumen pribadi
bersama buku IIDN Interaktif
foto:dokumen pribadi

Tulisan ini diikutkan dalam Writing Competition Anmum Bunda Inspiratif dan IIDN Interaktif

 Sumber:

http://www.bintanganmum.com/category/produk-anmum.html

http://www.intisari-online.com/read/tak-perlu-membuat-gula-jadi-musuh

http://www.sugarlabinta.com/about.php?id=12#content

http://health.okezone.com/read/2012/02/28/482/584080/konsumsi-gula-tambahan-picu-penyakit-kronis-noninfeksi

http://health.okezone.com/read/2012/02/28/482/584159/aturan-pas-anak-konsumsi-gula-tambahan

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/08/05/195/488730/awasi-asupan-gula-berlebih-pada-susu

http://health.detik.com/read/2012/02/23/172604/1850159/1301/waspada-banyak-susu-si-kecil-yang-pakai-gula-tambahan

 

 

6 thoughts on “Sehat dan Cerdas Tanpa Gula Tambahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s