Inovasi Berbuah Kemandirian

Ceritaku
Berbicara masalah inovasi, ada satu inovasi yang amat melekat di ingatan saya yaitu Brownies Kukus. He..he..he..saya memang hobi makan jadi kalau inovasi yang paling saya ingat tentang kue wajar dong. Ceritanya, sekitar tahun 2003, saya tinggal di kota Cimahi. Istri bos tempat saya bekerja (Ibu) membawa sekotak kue berwarna coklat. Saat itu saya berfikir kalau itu cake coklat biasa namun kata ibu itu Brownies Kukus. Ha? Brownies dikukus?Kok saya baru dengar. Ternyata memang kue yang satu ini relatif baru dan kata Ibu, kue ini rasanya enak sekali.

brownies kukus yang kesohor itu bambar diambil dari forum.detik.com

Makanya ketika Ibu menawarkan kue itu kepada saya, langsung saya bersedia menerima dan melahapnya dengan bahagia,ha,ha,ha. Kesan pertama telah membuat saya jatuh cinta, tekstur kuenya lembut dan moist. Ketika digigit terasa sekali coklatnya. Pokoknya lekker deh rasanya. Pantas saja penggemar kue ini banyak dan kata ibu untuk mendapatkan sekotak kue Brownies Kukus harus rela menunggu antrean yang panjang sekali. Wow, fantastis, tidak mengherankan, rasanya memang membuat ketaguhan, mau lagi, lagi dan lagi.
Ketika pada akhir tahun 2004 saya pindah ke kota Palembang, kemashyuran Brownies Kukus ternyata telah sampai di sana. Kue Brownies Kukus banyak ditemui di penjual-penjual kue. Soal rasa tentu saja tidak seenak yang asli, Bownies Kukus asal Bandung itu. Namun fakta ini telah membuktikan keberhasilan inovasi produk sehingga banyak disukai dan ditiru.
Inovasi=Baru
Menurut A.Yahya Hastuti dalam bukunya yang berjudul “Bisnis Makanan dan Minuman” pada halaman 127, inovasi adalah menemukan hal-hal yang baru. Seperti menciptakan abon dari ikan lele, burger saus kacang (burger ala Indonesia) termasuk kue brownies kukus. Berhubung saya doyan makan maka contohnya pun makanan lagi. Tentu saja, inovasi tidak terbatas pada produk makanan saja. Produk lainnya seperti boncengan bocah untuk sepeda motor, air minum kemasan dan lain-lain.
Inovasi dalam sebuah bisnis sudah menjadi keharusan. Persaingan usaha yang ketat telah “memaksa” para pelaku bisnis untuk terus berinovasi jika ingin bisa bertahan dan bisa mengembangkan bisnisnya tersebut. Bisnis adalah sebuah dunia yang dinamis. Setiap waktu akan terjadi perubahan terhadap penerimaan suatu produk. Inovasi kemudian menjadi jalan agar produk atau jasa tersebut tetap bisa bertahan.
Cake rasa coklat yang cara pembuatannya dengan dipanggang tentu sudah biasa. Bolu kukus yang selama ini ada juga sudah banyak yang menjual. Jika memilih jenis kue yang telah lama ada tentu pesaing amat banyak. Jika ingin eksis tentu harus menjual sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang berbeda itulah yang akan memiliki pangsa pasar tersendiri. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Sang Inovator Brownies Kukus. Terbukti Brownies Kukus disukai banyak orang, bisnis yang berawal dari usaha kecil berkembang menjadi besar dan sukses dengan outlet yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
Omzet penjualan Brownis Kukus yang satu ini bisa mencapai 70 juta per harinya. Wow, fantastis. Dengan omzet penjualan yang sebesar ini tentu banyak keuntungan yang diperoleh Sang Pemilik bisnis ini.
Selain inovasi produk, inovasi juga bisa dilakukan terhadap cara menjual suatu barang. Anda penyuka makanan cepat saji pasti tidak asing lagi dengan istilah drive thru. Penjualan cara ini dilakukukan oleh sebuah restoran makanan cepat saji ternama. Pembeli tidak perlu memarkir kendaraan dan masuk restoran untuk dapat membeli makanan. Mereka hanya cukup berhenti di sebuah mini storenya, memesan tanpa turun dari kendaraan, memesan makanan dan membayarnya kemudian bisa langsung meninggalkan tempat. Cara pengoperasiannya mirip dengan gardu tiket jalan tol.
Cara ini tentu memudahkan para pembeli. Perut yang lapar dapat segera diisi tanpa harus repot memarkir kendaraan dan lama menunggu antrean. Inovasi penjualan seperti ini bisa menjaring lebih banyak pembeli, kepraktisan menjadi alasannya. Coba bayangkan, jika anda lapar, mau makan di sebuah restoran ternyata tempat parkir penuh. Apa yang anda lakukan? Kalau saya putar balik dan cari tempat makan lain. Dengan adanya drive thru, pembeli yang menghadi persoalan yang sama dengan saya tentu tidak akan pergi. Mereka bisa dilayani di gardu drive thru yang tersedia.
Inovasi juga bisa dilakukan terhadap pemasaran, pelayanan terhadap konsumen dan pengeloaan terhadap konsumen. Strategi pemasaran yang jitu tentu menjadi kunci dalam memperluas pangsa pasar. Cara-cara inovatif dalam pemasaran bisa dijadikan alat untuk memikat calon konsumen.
Konsumen yang telah ada juga harus dilayani dengan baik. Service excellent tidak boleh menjadi semboyan semata. Pelayanan ramah dan terbaik tentu akan memuaskan konsumen dan membuat konsumen datang kembali. Pernahkah anda mengalami membeli sesuatu tapi dilayani dengan tidak ramah dan profesional?. Saya pernah mengalami hal ini, saya langsung kabur gara-gara sang pelayan melayani saya tidak dengan ramah. Suatu kesempatan pernah juga tetap membeli karena sudah kepepet tapi setelah itu kapok datang kembali.
Sebuah rumah makan yang menyajikan pecel lele sebagai hidangannya selalu menyapa pembeli yang datang dengan kalimat “Selamat Pagi” setiap saat, baik itu pagi,siang,sore ataupun malam. Rupanya Sang Pemilik rumah makan tersebut mencoba menghadirkan suasana pagi hari yang penuh semangat di rumah makannya. Cara unik ini tentu diharapkan mampu menjaring konsumen lebih banyak. Terbukti, rumah makan ini telah memiliki banyak cabang di Indonesia.
Apa yang telah dilakukan para inovator tersebut telah membuahkan kesuksesan. Sukses yang mereka raih telah membawa mereka pada sebuah kemandirian. Kemandirian finansial telah mereka dapatkan. Suksesnya usaha yang mereka jalankan terbukti dengan banyaknya cabang yang tersebar di Indonesia telah memberi mereka penghasilan yang besar.

salah satu keuntungan yang bisa didapat dari berwirausaha Gambar diambil dari ponang.blogspot.com

Menjadi wirausahawan memang memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan yang tidak terbatas. Kekayaan pribadi seperti rumah pribadi dan mobil pribadi bisa dimiliki. Liburan kemana pun bisa saja karena penghasilan sebagai wirausahawan sangat memungkinkan hal itu terjadi.

mobil pribadi gambar diambil dari webgambar.blogspot.com
bisa juga liburan ke sini gambar diambil dari jelajah.valadoo.com

Menjadi wirausahawan juga memberi kontribusi dalam mengatasi salah satu persoalan pelik di Indonesia yaitu pengangguran. Memiliki bisnis akan membuka lapangan kerja baru. Banyak tenaga kerja bisa terserap di sektor bisnis.

Menurut data BPS per Febuari 2012 menyebutkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia adalah 6,32% atau sekitar 7,61 juta orang. Jika diantara sekian banyak jumlah pengangguran tersebut memiliki keesadaran dan kemauan menjadi wirausahan tentu akan banyak bermunculan bisnis-bisnis baru. Bisnis ini akan membawa pada kemandirian bangsa secara ekonomi.
Roda perekonomian meningkat seiring dengan banyaknya bisnis baru. Tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat dengan sendirinya dengan banyaknya masyarakat yang menjadi wirausahawan. Menjadi wirausahawan tidak hanya membawa pada kemandirian financial secara pribadi namun juga memberi kontribusi pada kemandirian ekonomi Indonesia.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan ini adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

Sumber:
Sukses Bisnis Makanan dan Minuman, A.Yahya Hastuti, Gramedia, 2012

http://rakyatsulsel.com/omzet-amanda-brownis-rp70-juta-per-hari.html

http://m.detik.com/finance/read/2012/05/07/141833/1911053/4/bps-jumlah-pengangguran-di-indonesia-761-juta-turun-6

http://economy.okezone.com/read/2011/03/25/23/438689/23/inovasi-tiada-henti

http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/inovasi-bisnis-dalam-manajemen-usaha-kecil

One thought on “Inovasi Berbuah Kemandirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s