Harapan untuk PLN, Harapan untuk Hidup yang Lebih Baik

Listrik memang salah satu penemuan penting yang membawa perubahan peradaban manusia. Listrik telah membawa kemajuan luar biasa. Pekerjaan yang jaman dulu harus dilakukan secara manual sekarang bisa dengan hanya memencet tombol maka pekerjaan menjadi ringan. Memasak nasi sekarang pakai rice cooker, tinggal pencet tombol maka beras akan matang tanpa harus takut gosong. Mencuci baju juga menjadi ringan dengan adanya mesin cuci. Menyetok bahan makanan bisa lebih awet dengan adanya lemari es. Tidur bisa lebih nyaman dan sejuk karena AC. Begitu banyak alat-alat yang telah memperingan pekerjaan kita. Semua berkat listrik.

Ya, listrik memang kebutuhan fital saat ini. Tidak hanya untuk keperluan pekerjaan rumahtangga namun mencakup kegiatan yang lebih luas seperti kegiatan ekonomi yang menopang kehidupan banyak orang. Listrik dibutuhkan di tiap perkantoran, industri baik skala kecil maupun besar, penerangan jalan desa hingga jalan tol. Intinya hidup jaman sekarang tidak bisa dilepaskan dari listrik. Saya pun menjadi salah seorang pelanggan listrik.

Oleh karena itu saya menjadi pelanggan setia PLN yang merupakan BUMN penyelenggara tenaga kelistrikan di Indonesia. Sebagai pelanggan setia tentu saya punya cerita tentang pelayanan PLN terhadap saya. Ya, meskipun cerita dan pengalaman saya seringkali berupa keluhan.

Keluhan terhadap PLN ternyata mencapai 13% menurut catatan YLKI. Angka tersebut termasuk tinggi jika dibandingkan dengan pengaduan masalah listrik di Malaysia yang hanya 3 %.baca disini
Tingginya angka pengaduan tersebut menunjukkan pelayanan PLN yang belum memuaskan pelanggan.Hal tersebut harus dapat mendorong PLN untuk bekerja lebih giat agar masyarakat bisa mendapatkan listrik secara terus menerus. Sehingga kehidupan yang lebih baik bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Melalui Lomba Blog‘Harapanku untuk PLN‘ ini saya ingin menyampaikan harapan-harapan saya kepada PLN. Saya yakin apa yang yang menjadi harapan saya merupakan harapan bagi Indonesia, yaitu harapan untuk hidup yang lebih baik dengan adanya listrik.

Harapanku, PLN Berantas Pungli

Hal ini sejalan dengan komitmen PLN dalam menyelenggarakan Good Corporate Governence. Pungutan liar terutama saat pemasangan sambungan baru ini sudah menjadi rahasia umum. Namanya rahasia umum, hal ini tentu diketahui banyak orang namun ketika harus dibuktikan sulit. Akhirnya hal ini seringkali hanya menjadi kasak kusuk belaka. Fenomena ini sulit diberantas, meskipun usaha keras dari PLN telah diupayakan seperti dengan memberi sangsi kepada petugas yang terbukti bersalah melakukan pungli. Baca di sini.

Namun ternyata hal ini belumlah cukup untuk membuat pungli menjadi nol persen. Masih terdengar adanya keluhan masyarakat mengenai ruwet dan mahalnya pemasangan sambungan listrik baru. Hal ini dialami oleh masyarakat Cikolek dan Toapaya Utara yang dikenai 8 hingga 15 juta untuk pemasangan jaringan baru. Baca di sini.

Hal ini juga dialami oleh warga di desa Margalaksana, Kecamatan Cikakak, Sukabumi. Berita bisa dilihat disini. Sepertinya terlihat tidak masuk akal untuk penyambungan baru dikenakan biaya jutaan, hal ini ada dalam catatan Dahlan Iskan baca disini. Berkaitan dengan penyambungan baru PLNhanya menarik kabel tegangan rendah dari jaringan PLN ke atap rumah. Dilanjutkan dengan memasang meteran dan MCB maka listrik sudah bisa menyala. Untuk keperluan itu biayanya tidak sampai jutaan.Baca disini.
Apalagi pembayaran biaya sambungan baru dilakukan dengan sistem PPOB (Payment Point Online Bank) melalui bank atau KUD.Lihat disini
Justru disinilah letak anehnya karena masyarakat dari banyak daerah justru masih merasakan sebaliknya. Biaya penyambungan listrik amat mahal dan sering tidak masuk akal. Apa yang dialami masyarakat Kampung Cengkuk adalah contohnya.
PLN harus segera mengusut mengapa hal ini bisa terjadi. Saya harap PLN tidak defensif ketika mendapati oknum pegawai PLN ikut bermain dalam masalah ini.
Saya juga berharap PLN memperketat pengawasan terhadap pegawai dan setiap proses pemasangan jaringan baru sampai ke tingkat yang paling bawah. Biasanya ini yang menjadi titik lemah. Pengawasan di tingkat pusat dan dekat dengan pusat kekuasaan ketat namun kemudian semakin kendur di tingkat bawah apalagi semakin terpencil tempatnya.
Tentu saja dibutuhkan lebih dari komitmen apalagi slogan semata. Hal ini membutuhkan energi ekstra dan tindakan nyata dari PLN.
Mengawasi ribuan pegawai memang tidak mudah namun PLN tidak boleh menyerah demi Indonesia.
Sosialisasi mengenai tarif dan tatacara permohonan pemasangan jaringan baru harus terus dilakukan, guna memberi wawasan kepada masyarakat dan ,mempersempit peluang terjadinya pungli.

Harapanku PLN memberi solusi adil bagi pemadaman listrik

Saya pernah merasakan tinggal di luar Jawa. Dimana frekuensi pemadaman listrik sering terjadi dan dalam rentang waktu yang lama. Tidak ada hujan dan angin kencang pun listrik suka padam. Lamanya juga tidak tanggung-tanggung, sampai tiga jam dan ini sering saya alami. Saya sering bertanya-tanya ada apa dengan PLN. Sejauh ingatan saya, dulu ketika saya masih tinggal dengan orangtua, listrik padam ketika ada hujan deras dan angin kencang atau ada pohon tumbang menimpa kabel listrik.
Tapi apa yang pernah saya alami ketika tinggal di luar jawa bertolakbelakang dengan apa yang saya alami dulu ketika tinggal di rumah orangtua. Mereka yang tinggal di luar Jawa harus banyak bersabar dan menerima kenyataan jika listrik sering padam.

kalteng.tribunnews.com

Jika listrik padam maka pasti banyak pekerjaan rumahtangga tertunda. Pakaian menumpuk tidak bisa disetrika, tidak bisa menampung air karena harus pakai pompa listrik, aktifitas mengetik jadi tertunda, belum lagi jika nasi pas habis. Terpaksa harus dengan cara lama, mengaron beras dulu baru mengukusnya kemudian. Ini membuat beban kerja saya bertambah. Kalau listrik mati malam hari maka aktifitas belajar anak jadi terganggu. Belum lagi tangan saya harus pegal, karena harus mengipasi anak saya agar bisa tidur. Hal ini juga dialami masyarakat Batam yang mengalami pemadaman sampai 3,5 jam. Baca di sini.
Saya berharap agar pemadaman listrik tidak terjadi lagi baik di Jawa maupun di luar Jawa. Dan jika memang harus terjadi pemadaman listrik maka hendaknya ada solusi adil bagi masyarakat dan PLN.

Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 29 UU No.30 tahun 2009 butir b disebutkan bahwa:

‘ konsumen berhak mendapatkan tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik’.

Tentu, pemadaman yang terjadi tidak sejalan dengan bunyi butir tersebut, dimana konsumen berhak mendapat tenaga listrik secara terus-menerus. PLN harus secara transparan menyampaikan kepda masyarakat alasan pemadaman secara jujur.

PLN juga harus mensosialisasikan waktu pemadaman listrik. Selama ini masih kurang maksimal jika melalui koran dan papan pengumuman di kantor PLN. Tidak semua orang berlangganan koran dan pergi ke kantor PLN.

Saya berharap dalam mensosialisasikan pemadaman listrik, PLN memakai SMS Gateway. Pelanggan seperti saya, cukup mendaftarkan nomor Hp maka secara otomatis saya akan mendapatkan kabar pemadaman listrik dari PLN.

Tidak kalah penting adalah memberikan solusi atas pemadaman listrik yang dialami konsumen. Konsumen jelas dirugikan atas pemadaman listrik. Besarnya kerugian yang sulit dihitung membuat konsumen dalam posisi lemah. Seperti dikatakan oleh YLKI bahwa konsumen harus mencermati besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh pemadaman listrik. Dari besarnya kerugian itulah besarnya ganti rugi itu ditetapkan. Sebagai konsumen yang awam terhadap hal teknis kelistrikan saya tentu bingung. Saya tidak tahu cara menghitung besarnya kerugian. Sulit untuk dinominalkan namun jelas saya merasa dirugikan ketika listrik padam. Hal yang bisa saya lakukan hanya mencatat berapa kali dan berapa lama listrik padam seperti saran YLKI. Baca di sini.

Harapan saya, PLN bisa memberi solusi atas hal tersebut dan tidak menganggap remeh kerugian yang diderita konsumen skala rumahtangga. Namun tidak berarti pula secara membabibuta mengharuskan PLN mengganti kerugian jika belum jelas besarnya kerugian yang diderita. Yang saya inginkan adalah ‘win-win solution’, sehingga konsumen tidak lagi ngedumel setiap listrik padam dan PLN pun tidak perlu tekor karena harus terus memberikan ganti rugi akibat sering terjadi pemadaman listrik.

Harus ada kriteria yang jelas dan adil mengenai saat mana PLN harus mengganti kerugian akibat pemadaman listrik. Hal ini dimaksudkan agar ada kepastian dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Terus terang saja jika syarat penggantian kerugian berupa kompensasi 10% dari tagihan listrik itu adalah padam 3×24 jam berturut-turut maka saya sebagai konsumen merasa ini tidak adil. Baca disini
Saya rasa listrik padam 3×24 jam berturut-turut itu peristiwa luar biasa. Bagaimana dengan mengalami pemadaman selama 3,5 jam sehari, bergantian waktunya kadang pagi, siang ,kadang sore atau malam hari, selama periode tertentu?. Disini konsumen kan tetap dirugikan, meski mungkin tidak sebesar kerugian ketika padam 3×24 jam berturut-turut.

Dengan demikian tidak akan ada lagi  ungkapan yang mengatakan, bayar listrik telat kena denda bahkan sambungan diputus tapi giliran listrik padam konsumen tidak mendapat ganti rugi.

Harapanku PLN memperbesar kapasitas penyambungan listrik

Saya harus menunggu 3 tahun untuk bisa memiliki listrik. Rumah sudah tidak langsung saya tempati karena menunggu listrik masuk. Dua tahun saya kosongkan rumah dan tinggal dikontrakan. Setahun kemudian saya paksakan menempati rumah dengan menyambung listrik ke tetangga. Setahun kemudian saya baru mendapatkan listrik dengan susah payah.

republika.co.id

Hal ini tentu telah merugikan saya. Daftar tunggu yang begitu panjang telah menyulitkan saya. Daftar tunggu yang begitu panjang telah menyulitkan saya. Hal tersebut memang sudah dipangkas dengan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan jilid 1 pada Oktober 2010 dan jilid 2 pada Juni 2011.Lihat di sini)
Ini tentu berita menggembirakan. Saya berharap semoga ke depan tidak ada daftar tunggu yang begitu panjang sehingga konsumen bisa dengan cepat mendapatkan listrik.
Harapan saya, proyek 10.000 megawatt (MW) akan selesai sesuai rencana. Menurut Direktur Operasional Indonesia Barat PLN Hary Jaya Pahlawan, 51 % proyek dengan daya lebih dari 5000 megawatt sudah selesai sedangkan 49% sisanya direncanakan selesai tahun 2013. (Jawa Pos, 13 oktober 2012)
Dengan selesainya proyek ini maka akan meningkatkan kapasitas terpasang PLN. Semoga setelah beroperasi nantinya mampu menyuplai listrik dengan baik. Semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati listrik dan listrik tidak lagi byar pet alias sering padam.

Harapanku PLN menertibkan petugas pencatat meter

Saya sebenarnya enggan menggunakan istilah jawa dan luar jawa. Sekali lagi mohon maaf karena ini berdasarkan pengalaman pribadi. ketika tinggal di luar jawa, petugas pencatat meteran tidak rutin mencatat akibatnya yang saya bayar tidak sesuai dengan pemakaian.

Sewaktu tinggal di kontrakan petugas pencatat jarang datang, sementara saya harus bayar tiap bulan. Entah dari mana PLN mendapatkan angka, yang jelas saya harus membayarnya. Dua bulan saya tidak menyadarinya, baru setelah suami saya mengecek meteran, baru ketahuan kalau yang tercatat di meteran masih jauh dibawah yang sudah saya bayar. Akhirnya komplain pun diajukan. Meski akhirnya komplain diterima namun saya direpotkan dengan bolak-balik ke PLN.

Ketika menempati rumah baru, saya hanya dikenai biaya beban 3 bulan berturut-turut. Setelah saya komplain baru petugas datang mengecek meteran di rumah. Bisa ditebak, bulan depannya tagihan listrik membengkak. Ini membuat saya tidak nyaman dan sekali lagi repot.

Sebagai konsumen saya berhak mendapat pelayanan yang baik seperti diatur dalam Pasal 29 butir a UU No. 30 tahun 2009. Disana disebutkan

‘konsumen berhak mendapat pelayanan yang baik’

Berbeda halnya dengan petugas pencatat meter di rumah orangtua saya, mereka secara rutin tiap bulan mengecek meteran. Harapan saya, PLN bisa lebih mengawasi kinerja pegawainya, atau kalaupun disubkontrakkan kepada pihak ketiga maka PLN harus memastikan bahwa pihak ketiga tersebut melakukan tugasnya dengan baik.

Harapanku PLN rutin mengecek kondisi instalasi listrik yang ada

Saya tidak tahu apakah PLN telah memiliki tenaga yang bertugas melakukan perawatan dan pemeliharaan instalasi listrik. Mereka memastikan instalasi listrik seperti tiang-tiang listrik berada dalam kondisi baik dan tidak membahayakan.

Seperti tiang listrik tak terpakai dan dalam kondisi miring di depan rumah saya. Seharusnya, ketika memindahkan kabel dari tiang lama ke tiang baru, segera mencabut tiang lama yang tidak terpakai lagi. Apalagi kondisi tiang miring dan berbahaya bagi keselamatan penghuni rumah.

Juga mengecek lampu-lampu penerangan jalan masih nyala atau tidak. Berdasarkan pengalaman, lampu di jalan komplek rumah kami mati namun tidak segera diganti meskipun sudah lapor ke PLN.

Harapan saya PLN bisa proaktif mengecek tanpa menunggu pengaduan. Bukankah ini merupakan bagian dari pelayanan yang baik kepada konsumen?.

Harapanku, PLN hendaknya kreatif dalam memeratakan listrik

Wilayah Indonesia amat luas, dan belum semua terjangkau listrik. Di pulau Jawa saja, masih ada yang belum teraliri listrik apalagi di luar Pulau Jawa.

PLN memerlukan dana yang besar agar tiang listrik bisa menjangkau tempat-tempat yang terpencil. Hal ini telah menghambat pemerataan listrik hingga ke pelosok negeri.

Diperlukan terobosan yang kreatif agar masyarakat di tempat terpencil bisa menikmati listrik. PLN bisa memanfaatkan sumber energi alternatif untuk bisa mengaliri listrik. Sumber energi tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Jika air didaerah tersebut melimpah maka air bisa dijadikan sumber pembangkit tenaga listrik, seperti yang dilakukan oleh masyarakat desa Cahaya Alam, Kecamatan Semende, Kabupaten Muara Enim. Mereka memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran Sungai Enim. Pembangkit ini merupakan sumbangan dari perusahaan swasta. Baca disini

Harapan saya PLN  bisa menjadi fasilitator bagi adanya pembangkit serupa di tempat yang belum teraliri listrik, dengan memanfaatkan sumber energi yang ada di masing-masing daerah.

Dengan demikian seluruh pelosok desa di negeri ini bisa menikmati listrik seperti mereka yang tinggal di kota-kota.

Listrik memang telah membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Listrik telah mempermudah pekerjaan manusia. Listrik juga memberikan efisiensi waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Listrik pulalah yang telah membuat sektor ekonomi berkembang pesat. Standar kesejahteraan manusia menjadi semakin meningkat.

Namun sayangnya belum semua sudut negeri ini disinari listrik. Menjadi tugas berat PLN untuk bisa memeratakan listrik hingga ke pelosok negeri. Tugas berat lainnya adalah menjamin pasokan listrik ke konsumen bisa terus menerus terlaksana dengan meminimalisir pemadaman dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

Semoga di Hari Listrik ke 67, PLN memanfaatkan momentum ini untuk bertekad mewujudkan apa yang telah menjadi semboyannya yaitu ”LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK”. Sekelumit harapan saya untuk PLN juga harapan agar saya dan seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati kehidupan yang lebih baik seutuhnya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog “Harapanku untuk PLN” kerjasama PLN dan Blogdetik

4 thoughts on “Harapan untuk PLN, Harapan untuk Hidup yang Lebih Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s