MERAWAT ANUGERAH SECARA AMANAH DENGAN KOSMETIKA HALAL

Kata orang Cantik itu relatif. Sangat tergantung pada konsep masing-masing pribadi. Seorang wanita cantik dimata seseorang belum tentu cantik menurut seseorang yang lain. Benarkah demikian?
Wajah saya bagi orang lain tergolong standar tapi bagi suami saya tidak demikian. Beliau bilang baginya saya adalah wanita tercantik meskipun ada banyak perempuan cantik di luar sana. Gubrak mendadak GR nih. Ha,ha,ha, paling tidak ini menurut pengakuannya. Ini karena suami saya tidak menganut paham bahwa cantik itu adalah tubuh tinggi, langsing, semampai dengan wajah putih mulus bak mutiara, atau, rambut hitam berkilau seperti bintang iklan shampo. Oranglain belum tentu sependapat dengan suami saya tentang hal ini. Jadi sangat tergantung pada konsep masing-masing orang dalam memaknai cantik. Konsep tentang cantik pun bisa berbeda di suatu tempat dengan tempat yang lain. Bagi orang Eropa  perempuan berkulit putih  adalah perempuan cantik sementara bagi masyarakat Afrika  kulit hitam pun bisa disebut cantik.

Penyelenggara kontes kecantikan juga membuat parameter kecantikan dengan beauty, brain and behaviour. Beauty diartikan sebagai kecantikan fisik. Brain dimaknai dengan kecerdasan. Behaviour dikonsepkan sebagai sikap yang baik. Jadi tidak cukup memiliki wajah rupawan tanpa diimbangi dengan kebijaksanaan dalam berpikir dan kemampuan dalam membawa diri dalam pergaulan.
Seorang perempuan dengan wajah yang biasa saja pun bisa terlihat cantik ketika dia memiliki kepribadian yang menyenangkan, selalu berpikir positif dan pandai menempatkan diri di setiap situasi dan tempat yang berbeda. Inilah yang disebut sebagai Inner Beauty yang kemudian menjadi parameter dalam menilai kecantikan perempuan selain Outer Beauty.
Salah satu brand kosmetika terkenal juga ikut mengenalkan konsep kecantikan yang baru yaitu “Beauty With The Heart” . Dimana kecantikan tidak lagi dipandang dari penampilan fisik saja, namun cantik yang meliputi Look Good, Feel Good, dan Do Good.

Meskipun konsep tentang cantik itu relatif, perempuan selalu ingin terlihat cantik. Untuk itu biasanya mereka akan merawat wajah dan tubuhnya dengan kosmetika. Ya, tampil cantik bagi perempuan adalah naluri. Perempuan mana yang mau terlihat jelek? Semua perempuan pastilah ingin terlihat cantik. Sesederhana apapun usahanya untuk terlihat cantik.
Bagi sebagian perempuan agar bisa tampil cantik mereka bahkan berusaha mati – matian hingga mengeluarkan budget jutaan rupiah. Dari facial, peeling, masker, suntik kolagen, serum vitamin c bahkan operasi plastik. Bagi sebagian perempuan lain, mereka berusaha tampil cantik sesuai kemampuan dan seleranya.  Bahkan banyak perempuan tampil cantik alami tanpa olesan make up. Intinya setiap perempuan memiliki skala usaha yang berbeda dalam mempercantik diri.

Bagi perempuan muslim jika ingin memakai kosmetika harus berhati-hati. Hal yang harus diperhatikan dalam memilih kosmetika:
Halal menjadi syarat mutlak dalam memilih kosmetik. Kehalalan kosmetika bisa dilihat dengan adanya sertifikat halal dari LPPOM MUI sebagai badan yang memiliki wewenang dalam menguji kehalallan produk makanan, minuman dan kosmetika di Indonesia. Sertifikat halal ini harus secara konsisten dipertahankan dan diperbarui setiap dua tahun sekali.

Kenapa Kosmetika harus Halal
Syarat halal juga berlaku untuk produk kosmetika meskipun kosmetika tidak langsung masuk ke dalam tubuh kecuali beberapa pelembab yang bisa terserap ke dalam kulit dan masuk ke aliran darah. Hal ini disebabkan bahan kosmetika bisa saja berasal dari hewan ataupun dalam proses pembuatannya memerlukan bahan pembantu yang terbuat dari hewan. Seperti diketahui beberapa hewan diharamkan bagi umat Islam. Oleh sebab itu ketentuan yang tercantum dalam ayat 3 Surat Al Maidah juga berlaku untuk produk
kosmetika.

”diharamkan bagimu(memakan )bangkai,darah,daging babi,(daging hewan) yang disembelih atas nama selain alloh,yang tercekik,yang dipukul,yang jatuh,yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu memakan hewan) yang disembelih untuk berhala..”

Selain itu kosmetika merupakan produk olahan yang dalam proses pembuatannya dicampur dengan bahan lain yang  belum jelas kehalalannya. Sehingga produk olahan sesungguhnya bersifat syubhat atau meragukan. Sehingga diperlukan penelitian terhadap produk olahan untuk bisa menentukan status kehalalannya.
Dengan memakai kosmetika halal maka kita telah mematuhi perintah Alloh SWT maka batin kita pun akan merasa tenang.

Standar Halal
Standar kehalalan kosmetika meliputi:

  • bahan baku yang digunakan tidak boleh menggunakan bahan dari babi dan atau mengandung babi beserta turunannya seperti swine plasenta dan sodium heparin, alcohol, gliserin, plasenta.
  • Peralatan yang digunakan harus bersih dari najis.
  • Pekerja yang terlibat dalam menyusun komposisi dan membuat kosmetika harus memahami dan melaksanakannya sesuai standar halal.
  • Ada kontrol terhadap kualitas secara disiplin karena status halal dipengaruhi juga dalam proses pembuatannya.
  • bahan bukan merupakan khamr dan atau mengandung khamr atau turunannya yang dipisahkan secara fisik.
  • bahan bukan merupakan darah,bangkai, dan bagian tubuh manusia.
  • bahan tidak boleh dihasilkan dari fasilitas produksi yang juga digunakan untuk membuat produk yang mengandung babi atau turunnanya sebagai salah satu bahannya.

Mengenal titik kritis kehalalan suatu bahan kosmetika

Bahan-bahan pembuat kosmetika terdiri dari
*Bahan nabati
Pada dasarnya bahan nabati itu halal. Menjadi beresiko tidak halal jika dalam proses produksi dicampur dengan bahan pembantu yang terbuat dari hewan atau alat produksinya tidak bebas dari bahan haram dan najis.
*Bahan hewani
Jika terbuat dari hewan yang halaldan disembelih sesuai dengan syariat islam serta tidak berasal dari darah maka halal. Menjadi beresiko tidak halal jika hewan yang halal tadi disembelih tidak dengan nama Alloh SWT, atau dalam proses produksinya terkena najis dan
atau dicampur dengan bahan tambahan yang tidak halal.

Cara mengenali kehalalan produk kosmetika:
*dari logo Halal MUI
ini adalah cara paling mudah. Dengan adanya logo halal MUI maka kehalalan suatu kosmetika terjamin karena sudah memperoleh sertifikat halal dari badan yang berwenang.
*dari ingridients
Dengan membaca bahan-bahan yang tercantum di kemasan kosmetika maka kita bisa mengecek apakah terdapat bahan-bahan yang tidak halal. Namun cara ini memerlukan usaha untuk mencari daftar bahan kosmetika yang tidak halal dan mencocokkannya dengan bahan yang tertulis di kemasan. Apalagi bahan biasanya dengan istilah kimia yang kadang memiliki nama dagang yang berbeda. Konsumen harus mencermati komposisi bahan dalam kosmetika tersebut. Selain itu konsumen muslim, hendaknya amat berhati-hati jika ingin memakai kosmetika yang belum memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI. Kosmetika dengan bahan baku tumbuhan seperti buah, bunga, akar, daun, dan kulit tumbuhan biasanya halal kecuali telah dicampur dengan enzim hewan yang diharamkan.
Beberapa zat di bawah ini menurut LPPOM MUI harus diwaspadai karena berasal dari hewan:
• Lemak beserta turunannya meliputi gliserin, cetyl alc, steric acid, palmitate acid, stearyl acid.
• Kolagen dan elastin yang biasanya berasal dari ekstrak plasenta dan cairan ketuban hewan atau bahkan manusia.
• Vitamin seperti asam alfa hidroksi (AHA) dimana salah satu senyawanya yaitu asam laktat media pembuatannya berasal dari hewan.
Hormon estrogen, ekstrak timus dan melantonin

Contoh Kosmetika Halal
Wardah adalah salah satu merek kosmetika yang telah memiliki sertifikat halal MUI. Secara konsisten Wardah telah terbukti mempertahankan kehalalnya. Dengan diraihnya anugerah dari MUI yaitu halal award.
Sebagai konsumen kosmetika tentu para perempuan muslim akan terbantu dalam memilih kosmetika yang halal, termasuk saya.
Wardah hadir dengan rangkaian produk perawatan kecantikan yang lengkap meliputi Acne Series, Basic Series, Lightening Series, Make up Base, Make up Powder, Decorative, Eye make up, Scentation Body Spa Series, Scentation Eau Hajj And Umroh, dan Natural Series.

me and Wardah TWC

Rangkaian produk Wardah ini dapat digunakan sehari-hari untuk merawat kecantikan secara halal dan aman. Wardah terbuat dari bahan-bahan aktif yang halal sehingga aman, nyaman dan menenangkan jika digunakan.

Merawat Anugerah

Setiap manusia dianugerahi tubuh dengan segenap fungsinya untuk bisa beraktifitas. Wajah sebagai bagian dari tubuh merupakan salah satu anugerah Alloh SWT yang keberadaannya amat penting bagi pemiliknya. Sebagai anugerah, kita tidak bisa memilih seperti apa dan bagaimana wajah kita. Yang bisa kita lakukan adalah menerima dan bersyukur atas wajah yang diberikan Alloh SWT tersebut.
Cara menerima dengan ikhlas yaitu dengan cara tidak merubah apa yang sudah diciptakan oleh Alloh untuk wajah dan tubuh kita. Contohnya jika dianugerahi hidung yang pesek maka tidak perlu membuat hidung menjadi mancung dengan operasi plastik ataupun suntik silikon. Percayalah bahwa apa yang dianugerahkan Alloh SWT adalah yang terbaik untuk kita.
Cara bersyukur atas anugerah Alloh SWT adalah dengan cara merawat wajah dan tubuh yang kita miliki. Kosmetika telah lama menjadi sarana dalam merawat kecantikan wajah dan tubuh perempuan. Sebagai perempuan muslim kosmetika halal harus menjadi pilihan dalam merawat wajah dan tubuhnya.

Secara Amanah
Bahwa anugerah atas tubuh juga menuntut sikap amanah dari kita. Dalam menjaga anugerah, Alloh SWT memberi kita tuntunan agar selalu memakai yang halal untuk tubuh kita. Oleh karena itu pilihan terhadap kosmetika halal adalah sikap yang amanah.
Selain untuk perawatan, kosmetika juga berfungsi untuk mempercantik penampilan. Dalam mempercantik penampilan kita pun dituntut amanah dengan tidak tabarruj atau berlebihan dalam berdandan.

Tabarruj  artinya  pertunjukkan keindahan yang dilakukan wanita dimana pertunjukkan itu akan menarik perhatian kaum laki-laki dari aspek syahwat. Keindahan itu meliputi riasan, pakaian dan perhiasan. Jadi tabarruj terwujud ketika menarik perhatian.

Larangan Tabarruj terdapat dalam :

Surat An Nur Ayat 31

“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan” [QS An-Nur (24):31].

Surat An Nur Ayat 60

“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) bertabarruj dengan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana”.

Surat al Ahzab Ayat 31

“Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”.

Dalil di atas memberikan larangan tabarruj bagi istri-istri nabi dan wanita yang sudah tua. Bagaimanakah dengan wanita muda? Untuk wanita muda tentu larangan ini lebih utama lagi karena wanita muda pada umumnya lebih menarik perhatian.

Bagi perempuan muslim merawat kecantikan bisa dilakukan tanpa kosmetika jika memang tidak menghendaki. Namun jika menghendaki menggunakan kosmetika maka pilihlah kosmetika halal untuk merawat wajah dan tubuh. Merawat wajah dan tubuh adalah wujud dari menerima dan bersyukur atas anugerah Alloh SWT. Jika menghendaki memakai kosmetika, memilih kosmetika halal untuk mempercantik diri tanpa tabbaruj adalah wujud dari menjaga anugerah dengan cara yang amanah.

Tulisan ini disertakan dalam Lomba Blog bertema Mempercantik Diri Dengan Kosmetika Halal yang diselenggarakan oleh Blogdetik.

Sumber:

Indonesia Halal Directory 2012-2013 hal.22- 58

http://id.she.yahoo.com/bagaimana-mengenali-kosmetik-halal-.html

http://kamustsaqofah.wordpress.com/2010/02/14/apakah-definisi-tabaruj-pengertian-hukum-tabaruj-tabarruj/

http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/08/04/mengenal-tentang-tabarruj-apa-dan-maknanya/

4 thoughts on “MERAWAT ANUGERAH SECARA AMANAH DENGAN KOSMETIKA HALAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s