Menyiasati Dampak Kenaikan Harga BBM (Majalah Potret Edisi 55 Th.IX)

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM per 1 April memang telah diajukan kepada DPR. Pemerintah, seperti disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjojono Partowidagdo seperti dikutip Vivanews.com (5/3/12) mengatakan bahwa pemerintah perlu melakukan penghematan keuangan negara. Untuk itu pemerintah memandang perlu membatasi subsidi BBM. Pemerintah mengajukan dua opsi yaitu kenaikan harga BBM sebesar Rp.1500,00 per liter atau subsidi tetap sebesar Rp.2000,00.

Opsi memang belum dipilih karena masih dalam proses pembahasan di DPR. Apapun pilihannya, dampak kenaikan harga BBM yang belum diputuskan itu mulai terasa. Harga kebutuhan pokok (sembako) mulai merangkak naik seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (8/3).

Tidak hanya itu, kenaikan harga BBM juga biasanya akan berdampak pada kenaikkan tarif angkutan umum. Padahal pengguna moda transportasi ini adalah masyarakat menengah bawah. Dan bulan Mei mendatang pemerintah juga berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Jadi kenaikkan yang bertubi-tubi ini akan memberatkan bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan.

Golongan masyarakat bawah tentu rentan terkena dampak kenaikkan harga BBM. Penghasilan yang pas-pasan dan tidak tentu membuat mereka semakin sulit untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka adalah kelompok buruh,petani dan nelayan. Tak terkecuali ibu rumahtangga.

Ibu rumahtangga sebagai pengatur dan pelaksana keuangan rumahtangga tentu dibuat pusing. Permasalahannya pemasukan yang meningkat sedikit atau bahkan tidak sama sekali, sementara harga-harga kebutuhan pokok naik membuat daya beli menjadi menurun. Sementara itu tuntutan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi.

Tentu harus ada upaya yang dilakukan ibu rumahtangga agar kebutuhan pokok keluarganya bisa tercukupi. Tidak mudah memang, tapi bisa dilakukan dengan kreatifitas yang dimiliki oleh masing-masing ibu rumahtangga.

Upaya Penghematan

Penghematan adalah upaya yang bisa dilakukan. Pos-pos anggaran mana saja yang harus dihemat tentu berbeda setiap rumahtangga. Namun secara garis besar tentu menghemat pos yang bukan prioritas. Utang tentu termasuk yang prioritas untuk tidak dihemat, mengingat jika tidak dibayar akan menyulitkan dikemudian hari.

Diversifikasi pangan (penganekaragaman pangan) termasuk yang bisa dilakukan. Jika selama ini mengkonsumsi daging sebagai sumber protein maka bisa diganti dengan tahu dan tempe, protein nabati yang kaya gizi dan harganya lebih murah dari daging. Mengganti beras dengan singkong,ubi,jagung dan talas bisa dilakukan juga. Seperti diketahui harga komoditas singkong, ubi, dan talas lebih murah dari beras. Jadi ini langkah penghematan.

Belanja sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan. Harus bisa mengendalikan nafsu belanja. Pilih yang benar-benar dibutuhkan. Sayang kan jika sudah dibeli ternyata tidak dipakai sementara ada hal lain yang harus didahulukan. Langkah ini otomatis akan menghemat pengeluaran.

Hemat dalam menggunakan air dan listrik agar tagihan tidak ikut membengkak. Gunakan air seperlunya dan matikan listrik jika siang hari.

Kurangi jajan di luar. Anak-anak yang paling merasakan jika uang jajan harus berkurang. Tak apa, sekaligus pembelajaran buat mereka bahwa sewaktu-waktu mereka harus bisa mengurangi kenikmatan yang biasa mereka peroleh.

Upaya Mencari Penghasilan Lain

Cari sumber pendapatan lain. Langkah ini bagus jika dilakukan jauh-jauh hari sebagai  alternatif pemasukan keuangan keluarga. Namun jika sudah mendesak manfaatkan apa yang ada di rumah. Harus jeli melihatnya, apakah dirumah ada sesuatu yang bisa disewakan?. Compact disk, buku, sepeda,peralatan game online, dan komputer bisa disewakan untuk menambah penghasilan.

Kerjakan hobi yang bisa menghasilkan uang. Menulis,memasak,mengajar, bisa menjadi sumber penghasilan juga. Jadi selain berhemat juga berusaha untuk bisa produktif di rumah.

Bisnis dengan modal kecil bisa dilakukan seperti mengadakan les privat di rumah. Jika ibu biasa ber facebook ria bisa dimanfaatkan untuk bisnis dengan menjadi reseller online. Modal pulsa saja cukup yaitu dengan menjadi reseller dropship. Hanya perlu mencari pembeli sementara barang dan proses pengiriman dikerjakan oleh agen. Dari usaha ini biasanya akan mendapat fee. Nah, fee inilah yang menjadi alternatif pendapatan bagi ibu rumahtangga.

Intinya jika jeli melihat peluang, ada saja yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang dengan halal.

Menjadi Ibu Rumahtangga Jaman Sekarang

Ibu rumahtangga jaman sekarang memiliki ruang gerak yang lebih luas dengan adanya internet. Jika dulu untuk menghasilkan uang harus bekerja kantoran sekarang dari rumah pun ibu rumahtangga bisa produktif. Memanfaatkan kemajuan teknologi dengan bijak, bisa dengan berbisnis melalui internet.

Jika kebutuhan mendesak seorang ibu rumahtangga untuk bisa membantu ekonomi keluarga maka hal di atas bisa dilakukan. Ibu rumahtangga produktif dari rumah  bukan semata untuk eksistensinya namun dalam rangka bahu-membahu dengan suami meningkatkan ekonomi keluarga.

Oleh : Ety Abdoel

Anggota IIDN Interaktif

@etydoc

Dimuat di Majalah Potret Edisi 55 Th IX. Ditulis berdasarkan kondisi harga-harga kebutuhan pokok yang merangkak naik pada saat itu meskipun kepastian kenaikan harga BBM belum ada. Meski akhirnya kenaikan harga BBM batal terjadi, tips di atas bisa diterapkan untuk mengatasi kesulitan ekonomi akibat kondisi harga kebutuhan pokok yang fluktuatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s