Agar Bunda Terhindar Dari Stres

http://www.all-about-motherhood.com

Mengandung, melahirkan, menyusui dan mengasuh anak menuntut kondisi tubuh yang sehat. Tubuh yang sehat diperoleh dari kondisi fisik dan jiwa yang sehat. Sinergi antara kesehatan fisik dan jiwa ini akan menghasilkan fisik yang tidak mudah sakit, bisa mengatasi stres dan bahagia.

Menteri Kesehatan seperti dilansir oleh situs Depkes RI menyebutkan penelitian dibeberapa tempat di Jawa Barat menunjukkan bahwa 36% ibu hamil mengalami gangguan mental emosional. Di kesempatan lain dr Tun Kurniasih Bastaman yaitu Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyebut bahwa perempuan adalah kelompok yang rentan terkena stres.

Kondisi stres yang dialami bunda saat hamil dikhawatirkan akan membuat bunda tidak bisa merawat kehamilannya dengan baik. Stres saat hamil dapat menimbulkan gangguan sistem peredaran darah, gangguan metabolisme, berat bayi lahir rendah, gangguan emosi, gangguan perkembangan sistem saraf pusat, menghambat aliran oksigen ke janin yang berakibat gangguan perkembangan otak di kemudian hari.

Sementara itu stres pasca melahirkan bisa berupa baby blues. Perasaan cemas dan khawatir yang berlebihan ini bisa membuat bunda depresi. Akibatnya ASI menjadi tidak lancar bahkan tidak keluar sama sekali dan terhambatnya ikatan batin antara bunda dan bayi.
Stres pada bunda dalam mengasuh anak juga bisa terjadi. Perasaan seperti uring-uringan, cemas, marah-marah, berteriak-teriak bahkan melakukan kekerasan seperti memukul adalah tindakan yang umum terjadi. Anak-anak biasanya akan menjadi sasaran stres bunda. Masih ingatkah akan peristiwa mengenaskan, anak yang tewas ditangan bunda nya? Kita tentu tidak ingin hal ini terulang lagi.

Dampak bagi anak-anak yang menjadi luapan stres bunda, akan mengalami luka batin dan fisik jika sampai terjadi tindak kekerasan. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang rendah diri. Lebih buruk lagi, anak-anak adalah peniru ulung,daya serapnya seperti spon, cepat menyerap apa saja yang dilihat dan dirasakannya. Anak pun akan meniru bundanya dalam bersikap. Jika yang dilihat dan dirasakan adalah emosi negatif terus menerus maka bisa berakibat buruk bagi kepribadiannya.

Penyebab Stres
Menurut penelitian Simonton sebagaimana dikutip IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dalam websitenya menjelaskan bahwa stres terjadi akibat dari ketidakmampuan seseorang dalam menata diri ketika terjadi perubahan dalam hidupnya. Jadi bukan kejadian yang membuat stres namun reaksi yang tidak tepat lah penyebabnya.
Kemampuan menata diri adalah kemampuan seseorang dalam menyeimbangkan antara tubuh, pikiran dan jiwa.

Upaya Menghindari Stres

Pertama, perbaiki kualitas hubungan dengan Sang Pencipta. Kualitas spiritual akan mempengaruhi cara pandang dan bertindak seorang individu. Kondisi spiritual yang baik akan membawa ketenangan batin. Bunda harus memiliki kesadaran bahwa segala sesuatu yang menimpanya atas kehendak Sang Pencipta. Manusia tidak bisa merubahnya, hanya bisa menerimanya. Yang bisa dilakukan adalah bereaksi dengan tepat ketika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, kuncinya harus ikhlas.
Sejak sebelum menikah seorang bunda hendaknya memiliki kualitas spiritual yang baik sehingga pada saat menikah, hamil, melahirkan dan mengasuh anak, tidak akan mengalami stres.

Kedua, biasakan untuk berolahraga, selain dapat melancarkan peredaran darah, olahraga dapat memelihara bentuk tubuh tetap proporsional. Cukup 30 menit setiap kali berolahraga. Tidak harus ke gym atau pusat kebugaran untuk melakukannya. Ikut senam aerobik yang ditayangkan di televisi bisa jadi pilihan. Jika tidak memungkinkan secara khusus berolahraga, lakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci, membersihkan rumput bisa membakar sedikit kalori. Manfaatnya adalah sehat dan adanya rasa percaya diri karena bentuk tubuh yang proporsional tadi.
Ketiga, biasakan untuk menarik nafas panjang ketika tiba-tiba amarah datang atau peristiwa menyakitkan terjadi. Bunda akan rileks dan amarahpun bisa diredam.

Keempat, miliki waktu untuk diri sendiri. Mengasuh anak memang menyita waktu. Bukan berarti bunda tidak memiliki hak untuk istirahat dan menikmati waktu luang. Isilah waktu ini dengan melakukan perawatan tubuh seperti pijat, cerambath, atau spa. Bagi Bunda yang tidak bisa melakukan perawatan karena tidak memungkinkan bisa melakukan hal yang disukai juga bisa dilakukan seperti bertanam tanaman hias, menulis, dan menyanyi.
Manfaatnya bunda akan merasa berharga karena bisa melakukan bahkan menghasilkan sesuatu dari hobinya. Perasaan bahagia dan berdaya akan menghindarkannya dari stres.

Kelima, bersosialisasi, jangan habiskan waktu hanya di dalam rumah saja. Luangkan waktu untuk sekedar mengenal tetangga, asal bukan untuk bergosip. Jika memungkinkan cari kegiatan di luar rumah yang positif seperti pengajian, arisan, PKK, Posyandu ataupun perkumpulan hobi yang sekarang beragam jumlahnya. Manfaatnya wawasan dan pergaulan bunda menjadi luas. Pergaulan dan wawasan yang luas menjadi bekal bunda dalam memandang dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Keenam, apresiasi untuk bunda dari orang-orang terdekat terutama suami. Tidak perlu berbiaya apalagi mewah. Cukup ungkapan sayang, ucapan terimakasih ataupun kado sederhana sebagai penghargaan atas perjuangan Bunda dalam mengasuh anak-anak.

Ketujuh, bersikap realistis, Jika memang pekerjaan rumah ada yang tertunda karena tidak memiliki asisten maka terimalah. Bersikap uring-uringan dan menggerutu hanya akan membuat bunda semakin stress.

Bunda Sehat, Anak Sehat
Syarat memiliki tubuh yang sehat adalah fisik dan jiwa sehat. Fisik yang sehat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga. Jiwa yang sehat bisa diperoleh dengan kemampuan mengatasi stres sehingga jiwa bahagia, tenang dan ikhlas.

Agar memiliki tubuh yang sehat bunda harus mengupayakan mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga dan terampil mengatasi stres yang dialaminya.
Kesehatan bunda berpengaruh terhadap kesehatan anak. Sejak dalam kandungan nutrisi yang diperoleh anak bersumber dari apa yang dikonsumsi bundanya. Begitupun kondisi jiwa seorang anak, sejak dalam kandungan apa yang dirasakan bunda dirasakan pula oleh anak. Hindari emosi negatif dan stres yang tak teratasi agar jiwa anak sehat sejak dalam kandungan.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Blog NuB

Sumber:

Website Depkes RI, http://www.depkes.go.id

IDAI-Ikatan Dokter Anak Indonesia, http://www.idai.or.id

Ibu & Balita, http://www.ibudanbalita.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s