Salah Kaprah

Akhir -akhir ini tayangan berita selalu dihiasi dengan berita hukum dan kriminal. Beragam komentar dari jalanan hingga meja dewan pun terlontar. Para ahli berlomba menganalisa dari sudut keilmuan masing-masing. Kesimpulannya sama hukum di negeri ini karut marut.

Setahuku, hukum itu harus buta, tidak boleh memandang siapa yang bersalah. Tak memandang rakyat kecil atau penguasa. Siapa yang salah harus bertanggungjawab atas kesalahan itu. Walaupun mencuri tiga buah kakao, singkong,  pisang ataupun sendal jepit tetap harus dihukum jika terbukti mencuri. Apalagi mencuri uang negara yang jumlahnya  milyaran.

Ironisnya, apa yang terjadi di negeri ini sungguh kacau. Tindak kriminal yang dilakukan oleh rakyat kecil seolah mendapat pembenaran melalui opini. Sementara itu tindak kriminal oleh mereka yang berkuasa pun harus diadili terlebih dahulu melalui opini.

Vonis terhadap rakyat kecil selalu dianggap tidak adil sementara vonis terhadap orang-orang yang berkuasa pun tak mampu mencerminkan keadilan. Kemudian muncullah peradilan jalanan yang lantang membentuk opini, bahwa apa yang mereka nyatakan dianggap sebagai sebuah kebenaran meskipun belum ada vonis dari pengadilan.

Pengadilan yang sejatinya tempat untuk menemukan kebenaran dan memperoleh keadilan menjadi luntur wibawanya. Di luar persoalan profesionalitas para penegak hukum yang harus diperbaiki, ada persoalan kepercayaan yang berkurang pada institusi ini.

Kemana sesungguhnya negeri ini akan di bawa. Jika situasi ini tak kunjung teratasi. Tidakkah kita menyadari bahwa negeri akan kacau ketika hukum tidak menjadi panglima. Harapan besar ada di pundak penegak hukum untuk bisa memulihkan kepercayaan masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s