My Baby Story

baby story

Cerita ini adalah tentang anak keduaku, Zahira. Cerita yang sederhana namun berkesan buatku sebagai ibunya. Iseng-iseng cerita ini aku tulis dan kukirim ke Tabloid Mom n Kiddie. Tak kusangka seminggu setelah pengiriman aku dapat berita bahwa ceritaku akan di muat.

Alangkah senang hatiku saat itu. Mendapat kesempatan menampilkan tulisan karya sendiri. Meskipun ini hanyalah cerita singkat dan sederhana namun ini semakin memantapkan langkahku untuk terus menggoreskan pena.

Nah cerita yang berjudul “Aduh, Gagangnya Lepas” di muat di rubrik Baby Stories Tabloid Mom n Kiddie Edisi 11 th VIterbit tanggal 16 Januari 2012. Memulai menulis dari sesuatu yang sederhana adalah latihanku untuk bisa menulis sesuatu yang lebih rumit.

Silahkan di coba, jika berhasil rasanya manis banget…

Ini artikelnya:

Ketika Takut di Marahi

Oleh:Ety Abdoel

Ketika aku sedang mencuci piring, anak keduaku Zahira mengikutiku ke belakang rumah.Seperti biasa dia selalu bisa asyik bermain dengan benda apapun yang dipegangnya. Kali ini  serokan sampah menjadi mainannya.

Serokan sampah yang akau punya terbuat dari plastik, gagangnya terbuat dari plastik yang mudah untuk dilepas dari tempatnya. Asyik bermain – main tiba-tiba saja gagangnya lepas. Penuh ketakutan, ia spontan masuk  ke dalam kamar.Aku tersenyum geli melihatnya lari dan bersembunyi. Dia pikir aku akan memarahinya.

Ketika kupanggil namanya dari dapur, kulihat dia masih merunduk di bawah jendela kamar dengan ujung rambutnya saja yang kelihatan.

“ Kenapa Zahira?” aku pura-pura bertanya.

Dia hanya diam sambil sesekali mengintip dari balik jendela.

“ Oh, gagangnya lepas ya?” tanyaku lagi

Dengan sedikit menyebulkan kepalanya dan, dia mengangguk. Sambil tersenyum kujelaskan bahwa aku tidak marah dan gagang itu nanti bisa dipasang kembali.

“ Jadi ndak papa ya ummi?’’ dia coba meyakinkan.

“ Iya, ndak papa Nduk!” Jawabku menyakinkannya.

Wajahnya kembali sumringah. Sejurus kemudian dia berjoged sembari mengepalkan tangannya penuh kegembiraan, “Yes, yes, ummi ndak marah, ummi ndak marah.” Kontan aku  tertawa melihat tingkahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s