Tags

, , , , , , , , , ,

air sumber kehidupan
gambar:http://indonesiarayanews.com

Air adalah sumber kehidupan, ungkapan ini sudah sering kita dengar ya. Semua mahluk hidup di bumi ini membutuhkan air untuk bisa survive, tak terkecuali manusia. Kebutuhan manusia akan air lebih banyak macamnya daripada mahluk hidup lain. Selain untuk air minum, air dibutuhkan manusia untuk mandi, mencuci dan membersihkan diri saat BAB dan BAK.

Kebayang kan betapa repotnya kalau tak ada air bersih. Bisa-bisa dehidrasi karena kurang minum, ditambah lagi tidak bisa mandi,wuih baauuu, atau kalau mau BAK dan BAB tidak air buat cebok, ih jorok. Walaupun ada tisu basah, keberadaan air tetap tak tergantikan deh.

Air yang dibutuhkan oleh mahluk hidup tentu harus air yang bersih. Masalahnya, semakin hari kekurangan air bersih semakin terasa. Cadangan air tanah semakin berkurang sehingga jika musim kemarau tiba, terjadi masalah kesulitan mendapatkan air bersih atau sedikitnya jumlah air bersih.

Seperti yang terjadi di Jawa Tengah pada Agustus lalu, sebanyak 23 kabupaten/kota mengalami kelangkaan air bersih. Bahkan warga Desa Lanjaran di lereng Gunung Merapi harus menuruni tebing yang curam dan harus mengantri pula untuk bisa mendapatkan air bersih.

Bahkan ancaman serius terhadap Indonesia diungkapkan oleh Rovicky Dwi Putrohari dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Beliau mengatakan bahwa Indonesia akan  mengalami krisis air bersih secara massal akibat dari kesalahan pengelolaan sumber air. Faktanya sudah mulai terlihat, kala musim kemarau tiba, kekurangan air bersih terjadi di banyak tempat.

Hal ini tentu harus disikapi secara serius oleh kita semua termasuk dalam hal ini pemerintah yang mengemban amanat untuk mengelola sumber air. Harus ada aksi nyata dan segera karena ini ancaman yang serius.

Makanya pas banget, ketika lomba blog bertema “Kelestarian Sumber Air Minum” ini diadakan. Melalui lomba ini diharapkan adanya sumbangsih pemikiran dari para Blogger guna mengatasi permasalahan air bersih terutama tentang sumber air minum di negeri kita ini. Setiap blogger tentu memiliki pengalaman berbeda yang berkaitan dengan air. Dari pengalaman yang berbeda semoga bisa digali solusi untuk permasalahan ini.

Ini Cerita Saya

Dari dulu air sumur telah memenuhi kebutuhan saya sekeluarga. Dahulu air sumur di rumah bapak melimpah bahkan jika musim kemarau tiba. Disaat sumur milik tetangga kering, sumur kami tetap banyak airnya sehingga tetangga pun ikut mengambil air di situ. Airnya jernih, tidak meninggalkan warna kuning sama sekali makanya kami pun menggunakan air sumur untuk air minum, tentunya dengan direbus dulu.

Tapi kini, sumur itu mulai mengering, saat kemarau tiba menjadi saat yang sulit untuk bisa mengisi tandon. Butuh waktu lama untuk bisa memenuhi tandon, ini juga yang membuat tagihan listrik membengkak karena penggunaan pompa air lebih lama.

Setelah menikah, saya tinggal di rumah suami di sebuah kota di Sumatera. Sama seperti di rumah bapak, air sumur menjadi sumber air bagi keluarga saya. Namun berbeda dengan air sumur di rumah bapak yang bening, air sumur di rumah saya agak kehitaman. Kata orang, hal ini disebabkan karena wilayah tempat tinggal saya daerah rawa-rawa. Apa boleh buat, saya pun menggunakannya untuk keperluan mandi dan mencuci, sedangkan untuk air minum, air galon menjadi pilihanku. Walaupun untuk ini saya harus membayar mahal. Ini saya lakukan demi kesehatan keluarga saya.

Akhir bulan Juni lalu, saya mulai tinggal di sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Di sini air kran menjadi sumber air bersih bagi saya sekeluarga. Meskipun saya telah membayar untuk bisa mendapatkan air kran namun itu bukan jaminan saya bisa mendapatkan air yang bersih. Air kran di rumahku meninggalkan warna kuning kecoklatan pada dinding bak mandi. Bahkan terkadang air terlihat keruh, seperti ada butiran-butiran halus seperti bedak tabur dan berwarna kuning. Alasan ini telah membuat saya, lagi-lagi harus menggunakan air galon untuk air minum. Masalahnya air galon juga tidak selalu mudah didapat. Puncaknya ketika sehabis Hari Raya Idul Fitri, persediaan air galon di toko-toko dan minimarket dekat rumah habis semua. Malam harinya barulah bisa mendapatkan air galon di sebuah minimarket yang jauh dari rumah. Aduuuuh, repot banget deh, kalau tidak ada air.

Apa yang saya alami ini, memang tidak seberat mereka yang harus berjalan berkilo-kilo meter jauhnya untuk mendapatkan seember air bersih. Bahkan harus antri mengambil air, bergantian dengan oranglain yang juga bernasib sama. Bagi siapapun kekurangan air bersih adalah hal mengerikan. Air memang kebutuhan vital bagi manusia yaitu sebagai air minum. Ketersediaan air minum amat bergantung pada sumber air bersih yang ada.

Apa Kabar dengan Sumber Air Bersih Kita?

Selama ini ada beberapa sumber air bersih yang telah biasa digunakan oleh masyarakat. Sumber air bersih tiap daerah berbeda, tergantung pada kondisi geografis masing-masing daerah tersebut. Sumber air bersih tersebut antara lain air sungai, danau, air sumur (air tanah), dan mata air.

sungai sejak dulu digunakan sebagai sumber air bersih
gambar:http://alisnaik.files.wordpress.com

Sejak dahulu masyarakat telah memanfaatkan sumber air bersih tadi untuk keperluan sehari-hari. Dulu pencemaran berbagai limbah belum mengotori sumber-sumber air tersebut sehingga semua aman-aman saja. Namun sekarang, pertambahan penduduk yang pesat dan tumbuhnya industri telah membuat kondisi sumber air tersebut memprihatinkan.

Sungai-sungai kita

Negara kita, Indonesia tercinta memiliki 5.590 sungai utama dengan jumlah anak sungai mencapai 66.017 buah. Bila dilihat dari sisi jumlah maka ini adalah potensi yang besar sebagai sumber air bersih. Namun ada kabar buruk, bahwa sebagian dari sungai utama itu dalam kondisi tercemar limbah pabrik  berupa limbah beracun dan berbahaya maupun limbah rumahtangga.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2008 saja sudah terdapat 62 sungai berada dalam kondisi tercemar dengan status sangat parah. Kondisi hilir sungai biasanya sangat parah sementara untuk daerah hulu masih bisa dimanfaatkan.

Fenomena ini terjadi karena daerah hilir biasanya daerah yang pesat berkembang. Jumlah penduduk terus bertambah membuat daerah sepanjang sungai berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Ditambah pula dengan tumbuhnya industri kecil maupun besar yang malas mengolah limbah dan mengambil jalan mudah dengan membuang langsung limbahnya ke sungai.

Namun di beberapa sungai dari hulu hingga hilir berada dalam kondisi rusak parah. Contohnya adalah Sungai Citarum, daerah hulu telah mengalami penggundulan yang amat parah. Setidaknya ada lahan kritis di hulu sungai ini seluas 6.000 hektare atau separuh dari lahan kritis di Jawa Barat. Sementara di daerah hilir sungai ini telah tercemar sampah dan limbah industri

Pemerintah memang berupaya untuk memulihkan kondisi sungai-sungai yang sudah rusak tapi usaha ini tidak bisa instant. Setidaknya dibutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun untuk bisa pulih. Jiaaah, lama banget ya.

andaikan semua sungai bersih seperti ini
gambar:http://cdn.mydailyflog.com

Saya suka berkhayal, bisa melihat sungai-sungai di negeri ini semuanya bersih dari hulu hingga hilir seperti sungai-sungai di daerah pegunungan yang belum terjamah manusia. Atau, seperti Sungai Thames, kata orang (belum pernah ke Inggris soalnya) Sungai Thames airnya tetap bersih, bebas dari limbah ataupun sampah walaupun berada di tengah kota. Sungai Thames rutin dibersihkan dan warganya pun memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai ini.

Coba bandingkan dengan banyak sungai di negara kita, Indonesia tercinta, aduuh jauh banget deh. Semoga saja upaya pemulihan kondisi sungai bisa tercapai ya sehingga sungai bisa menjadi sumber air bersih.

Danau-danau Kita

Danau merupakan cekungan yang berisi air. Jika semua danau dalam kondisi baik maka ini adalah potensi sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan. Sayangnya, kenyataan menunjukkan sebaliknya. Kondisi sebagian danau-danau di negara kita, Indonesia tercinta juga tidak kalah memprihatinkan dengan kondisi sungainya. Padahal Indonesia memiliki kurang lebih 500 danau dengan luas 5.000 km2. Ini berarti 0,25% dari luas wilayah daratan Indonesia.

Setidaknya ada 15 danau berada dalam kondisi kritis. Menurut LIPI, danau-danau tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau dan Singkarak di Sumatera Barat, Danau Kerinci di Jambi, Rawa Danau di Banten,  Danau Rawapening di Jawa Tengah, Danau Batur di Bali, Danau Tempe dan Matano di Sulawesi Selatan, Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Sentarum di Kalimantan Barat, Danau Cascade Mahakam-Semayang, Danau Melintang dan Danau Jempang di Kalimantan Timur, serta di Papua yaitu Danau Sentani.

Seperti hal sungai, danau-danau ini juga mengalami kerusakan parah. Adanya sedimentasi telah mengurangi daya tampung danau sehingga banjir terjadi di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Adanya Enceng Gondok yang menutupi permukaan air danau juga merupakan salah kondisi yang perlu penanganan segera. Rawa Pening di Jawa Tengah adalah contohnya, 80% permukaan danau ini telah tertutupi Enceng Gondok. Jika terus dibiarkan maka diperkirakan pada tahun 2021 Rawa Pening akan menjadi daratan.

Enceng Gondok di Rawa Pening
Gambar:http://2.bp.blogspot.com

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Litbang Sumber Daya Air pada tahun 1993-2000 diperoleh hasil bahwa telah terjadi sedimentasi, berkurangnya luas, berkurangnya volume, terjadi pencemaran organik, dan berkurangnya populasi ikan, yang lebih buruk lagi beberapa ikan endemik terancam punah.

Danau yang mengalami sedimentasi diantaranya Danau Tondano, Danau Tempe, Danau Jempang, Danau Melintang, Rawa Pening dan Danau Limboto. Sedangkan danau yang tertutup Enceng Gondok antara lain Rawa Pening, dan Danau Kerinci.

Danau Maninjau, Danau Toba, dan Danau Tondano mengalami pencemaran nitrogen dan fosfat akibat dari limbah pertanian dan perikanan dengan sistem Keramba Jaring Apung. Air danau yang tercemar tidaklah layak dijadikan sumber air bersih. Akibatnya adalah semakin berkuranglah sumber air bersih yang ada karena ulah kita sendiri.

Air Tanah

Air tanah sesungguhnya merupakan air hujan yang terserap ke dalam tanah. Keberadaan air tanah telah lama dijadikan sebagai sumber air bersih. Untuk mendapatkan air tanah bisa dilakukan dengan cara menggali ataupun mengebor tanah sehingga keluarlah air, inilah yang disebut dengan air sumur. Sedangkan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke atas permukaan tanah disebut dengan mata air.

Sebelum ada air kran berlangganan, air sumur menjadi sumber utama air bersih. Meskipun letaknya yang berada di dalam tanah tidak semua air sumur layak dikonsumsi.

Sumur Perigi
gambar diambil dari 4.bp.blogspot.com

Jaman dahulu sumur umumnya berupa lubang dengan diameter dan kedalaman tertentu (sumur perigi). Sumber air sumur berasal dari dalam tanah maupun air hujan yang langsung tertampung di dalam lubang sumur tersebut.

Namun tidak semua air sumur memenuhi kriteria sebagai air bersih. Hal ini disebabkan oleh adanya kontaminasi limbah di dalam air sumur. Untuk menghindari hal tersebut maka sumur harus memenuhi persyaratan agar air sumur yang dihasilkan bersih. Syarat-syarat sumur yang baik antara lain:

  • Sumur berjarak 10 meter dari septic tank maupun sumber pencemar lain seperti kotoran hewan, sampah, genangan air.
  • Tidak ada genangan air sejauh 2 meter dari sumur.
  • Ada saluran pembuangan limbah yang baik.
  • Lantai sumur harus kedap air dan berjarak minimal 1 meter dari bibir sumur.
  • Tidak ada keretakan yang bisa membuat air merembes ke dalam sumur.
  • Cincin sumur rata dan kedap air dengan jarak 3 meter dari permukaan tanah.

Jaman berubah kemudian munculah yang dinamakan sumur bor. Sumur bor populer karena dianggap lebih praktis dan lebih bisa menjangkau ke dalam tanah dan juga lebih aman daripada air dari sumur perigi karena terhindar dari pencemaran. Hal ini merupakan jaminan untuk bisa mendapatkan air bersih dalam jumlah yang banyak.

Namun, keberadaan sumur bor sekarang ini menimbulkan masalah karena semua berlomba untuk memiliki sumur bor paling dalam agar tidak kekurangan air. Tindakan ini tentu membuat kondisi air tanah mengalami penurunan fungsi.

Kondisi air tanah di beberapa tempat berada dalam kondisi kritis. Hal ini disebabkan oleh ulah manusia (lagi-lagi nih), yaitu dengan mengeksplorasi air tanah secara berlebihan tanpa ada upaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Eksplorasi air tanah tanpa ada pembatasan telah mengakibatkan turunnya muka tanah. Hal ini telah terjadi di kecamatan Medan Satria dan Bekasi Utara seperti dirilis oleh BPLH Kota Bekasi.

Kondisi air tanah di Kota Bandung juga bernasib sama. Pembuatan sumur bor yang mencapai 50 meter telah membuat kondisi air tanah kritis. Belum lagi kerusakan lingkungan yang menyebabkan penurunan daya serap air tanah.

Mata Air

mata air
gambar:teguhimanprasetya.files.wordpress.com

Mata air berasal dari air yang terserap ke dalam tanah, jika jumlahnya semakin banyak maka air tanah tersebut akan mencari jalan keluar. Air yang keluar itulah disebut dengan mata air. Jadi mata air adalah tempat dimana muka air tanah (akuifer) dan permukaan tanah bertemu.

Mata air biasanya terletak di daerah yang sulit dijangkau sehingga kondisinya masih baik. Hanya saja rusaknya lingkungan hidup akibat penebangan liar dan aktifitas penggalian membuat kondisi mata air semakin hari semakin kritis.

Penyusutan debit mata air terjadi di mata air Nangorak, Kecamatan Sumedang Selatan. Di Gunung Ciremai jumlah mata air juga menyusut dari 1500 menjadi 52 saja yang masih ada. Hal ini terjadi karena ada kerusakan hutan di daerah hulu. Hufft, lagi-lagi ulah manusia yang menebang pohon seenaknya. Di tempat lain yaitu mata air Cipanteuneun juga mengalami penyusutan debit air, penyebabnya adanya eksploitasi tambang pasir dan batu di kaki Gunung Tampomas.

Negara kita, Indonesia tercinta sebenarnya memiliki 6% cadangan air dunia atau setara dengan 21% cadangan air di Asia Pasifik. Tapi ternyata kesulitan air bersih makin terasa dari tahun ke tahun. Masyarakat yang tinggal di daerah harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk bisa menjangkau sumber air bersih. Sedangkan masyarakat kota harus membayar mahal untuk membeli air bersih pada penjaja air keliling.

Kala musim hujan tiba, air mulai berlimpah hingga menimbulkan banjir. Hmm, musim kemarau kekurangan air dan musim hujan kelebihan air. Bisakah ini diseimbangkan? Air yang turun kala hujan tiba kemudian disimpan sebagai cadangan kala musim kemarau tiba. Kenyataannya keseimbangan inilah yang sulit terjadi sekarang ini.

Curah hujan di Indonesia mencapai rata-rata 2779 mm per tahun. Dengan curah hujan sebanyak ini seharusnya Indonesia tidak kekurangan air bersih. Fakta memprihatikan didapat dari data Departemen Pertanian, bahwa dari curah hujan itu hanya 270 mm atau sekitar 34% saja yang terserap oleh tanah dan menjadi air. Sedangkan sisanya sebanyak 66% lewat begitu saja dan menjadi banjir.

Seperti yang terjadi di Jawa Barat, Menurut anggota Dewan Pakar Pemerhati Kaehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda, Supardiono Sobirin, kala musim hujan sekitar 81 milyar meter kubik air mengalir di Jawa Barat namun saat musim kemarau, cadangan air hanya sekitar 8 milyar meter kubik. Jadi ada sekitar 73 milyar meter kubik air terbuang dan menjadi banjir karena gagal terserap tanah.

Air yang begitu melimpah kala musim hujan tidak menjamin tercukupinya kebutuhan air saat musim kemarau. Kemampuan tanah untuk menyimpan cadangan air,rendah, maka suplainya ke sumber-sumber air pun berkurang. Wajar jika saat musim kemarau sumber air bersih bisa mengalami penyusutan seperti yang terjadi di Majene. Sumber air di Majene mengalami penyusutan hingga 40%.

Keseimbangan sulit dicapai akibat adanya kerusakan lingkungan terutama rusaknya daerah tangkapan air. Gundulnya hutan, daerah aliran sungai yang beralih fungsi menjadi tempat tinggal dan pendangkalan sungai telah membuat kemampuan tanah untuk menyerap air hujan menjadi berkurang. Air hujan mengalir memenuhi sungai dan meluap tanpa bisa terserap hingga bisa ditebak apa yang terjadi, ya banjir menjadi pemandangan yang wajar.

Bicara tentang air bersih tentu tidak hanya bicara masalah kuantitas semata namun juga perlu dilihat lagi kualitas air bersih yang tersedia. Syarat air untuk bisa dikatakan bersih berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No.907 tahun 2002 adalah meliputi

  • Syarat fisis yaitu tidak berasa, tidak berbau dan tidak berasa.
  • Syarat kedua adalah syarat kimiawi artinya PH air netral yaitu 7, air harus bebas dari zat-zat kimia berbahaya, logam berat dan tidak mengandung bahan organik.
  • Syarat ketiga adalah syarat bakteriologi artinya air harus bebas dari bermacam bakteri seperti bakteri E-Coli.

Ketiga syarat tadi bersifat komulatif, jadi harus terpenuhi ketiga-tiganya.  

Menurut National Geographic, kerusakan lingkungan terjadi antara 15-35% setiap tahunnya. Kerusakan yang disebabkan oleh pencemaran oleh limbah baik industri kecil maupun besar telah menyebabkan kualitas air menjadi semakin turun.

Belajar dari “Si Bau Besar” Thames River

Ada pelajaran bagus yang bisa diambil dari perjalanan panjang Sungai Thames agar bisa terbebas dari pencemaran. Sungai Thames pernah mengalami masa suram kala menjadi tempat pembuangan limbah kotoran manusia dan limbah pabrik. Puncaknya pada tahun 1858, tidak hanya bau menyengat telah amat menganggu, keberadaan limbah kotoran manusia telah menimbulkan wabah penyakit kolera.

This slideshow requires JavaScript.

Hebatnya, pemerintah dan parlemen Inggris kala itu segera mengambil langkah-langkah penyelamatan secara serius dan berkelanjutan. Langkah-langkah tersebut adalah modernisasi sistem pembuangan limbah kotoran manusia, mega proyek konservasi, memperbaiki sistem pembuangan limbah industri hingga membentuk otoritas khusus untuk mengelola sungai, sumber air, banjir, polusi, dan pembuangan kotoran manusia.

Sejak tahun 1970, Sungai Thames mulai menampakkan keelokannya. “Si Bau Besar” telah berubah menjadi salah satu sungai terbersih di dunia. Sungai Thames juga telah menjadi rumah bagi beragam spesies hewan diantaranya 125 spesies ikan termasuk ikan salmon dan ikan trout. Ada pula sekitar 400 spesies hewan tak bertulang belakang hidup damai bersama beragam spesies burung.

Sungai Thames (2009)
gambar:http://upload.wikimedia.or

Butuh waktu berapa lama saudara-saudara? Wow, satu abad lebih untuk membersihkan Sungai Thames dari pencemaran. Saat ini meskipun kondisi Sungai Thames telah bersih, upaya “Thames River Clean Up” tetap dilaksanakan, tujuannya agar Sungai Thames tetap bersih dan mencegah pencemaran terjadi lagi.

Jadi jika ingin sungai-sungai, danau dan sumber air lainnya di negara kita bisa bersih dari limbah maka harus ada program yang tepat dan berkelanjutan karena dibutuhkan waktu yang panjang untuk bisa memulihkan kondisi lingkungan yang tercemar. Jika ini diwujudkan maka melihat Sungai Citarum yang saat ini dikatakan sebagai sungai yang penuh dengan limbah berbahaya, menjadi bersih dari polusi, bukan hanya mimpi.

Upaya Penyelamatan Sumber Air Bersih Sebagai Sumber Air Minum

Kondisi sumber air bersih yang memprihatinkan tentu tidak boleh dibiarkan semakin parah. Ini tentu demi keberlangsungan kehidupan mahluk hidup di bumi. Upaya nyata untuk menyelamatkan sumber air bersih agar bisa lestari terjaga menjadi tanggungjawab bersama antara masyarakat dan pemerintah.

Sebagai anggota masyarakat bumi, manusia sebagai individu maupun kelompok adalah ujungtombak misi ini.

Upaya penyelamatan dan pelestarian sumber air bisa dimulai dari setiap individu, bisa dimulai dengan tindakan sederhana dan harus dimulai sekarang juga, jangan ditunda-tunda.

Mulai sekarang, ayo bersama-sama kita biasakan untuk:

This slideshow requires JavaScript.

Upaya-upaya tadi harus dilakukan secara terus-menerus. Agar semua upaya tersebut bisa dilakukan maka dibutuhkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan dari masyarakat dan pemerintah.

Pengetahuan adalah awal dari sebuah kesadaran. Kesadaran diperlukan sebagai awal dari sebuah tindakan. Agar kesadaran tersebut bermakna maka harus diikuti dengan kemauan untuk bertindak. Inilah yang menjadi inti dari misi ini. Jangan karena semua tetangga membuang sampah di sungai maka kita ikut membuang sampah ke sungai. Padahal kita tahu membuah sampah di sungai adalah tindakan keliru dan kita juga sadar hal itu bisa membuat sungai tercemar dan banjir.

Nah, untuk itu dibutuhkan kemampuan untuk bersikap meski harus berbeda dengan kebanyakan orang. Lebih bagus lagi memiliki kemampuan untuk mengajak oranglain melakukan upaya-upaya di atas. Pemerintah tentu memiliki kemampuan lebih karena memiliki kewenangan untuk mengatur dan menegakkan aturan.

Pengadaan dan Pengolahan Sumber Air Minum

Pengadaan dan pengolahan air bersih di Negara kita dilakukan oleh perusahaan daerah di masing-masing  wilayah. Perusahaan ini menggunakan sumber air dari sungai, air tanah dann mata air sebagai bahan bakunya. Air tersebut harus diolah terlebih dahulu, agar memenuhi syarat sebagai air yang sehat.

Untuk wilayah yang belum terjangkau oleh air ledeng , masyarakat secara individu menyediakan air bersih sendiri dengan membuat sumur perigi, sumur bor atau mengambil langsung ke mata air. Untuk pengolahannya biasanya hanya direbus saja.

 Ada Kabar Baik

Ditengah kondisi menurunnya kuantitas dan kualitas air bersih sebagai bahan baku air minum maka kita harus pandai-pandai memanfaatkan sumber air minum yang ada. Tentu tidak mengabaikan faktor kebersihan dari air tersebut. Ada kabar baik bahwa saat ini ada satu teknologi pemurni air bernama Pureit. Pureit bekerja memurnikan air dari bakteri dan virus dengan cara menyaring dan airnya bisa langsung diminum tanpa perlu direbus terlebih dahulu. Serius? Awalnya saya juga ragu, bahkan cuek saja terhadap keberadaan Pureit. Lomba blog ini telah membuat saya mencari informasi tentang Pureit. Berikut data tentang Pureit yang saya ambil dari http://www.pureitwater.com/ID/

PureitGambar:www.pureitwater.com

Pureit
Gambar:www.pureitwater.com

Tentang Pureit

Pureit adalah water purifier dengan teknologi canggih namun bisa diperoleh dengan harga bersahabat. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan Pureit adalah bebas kuman berbahaya, air bisa langsung diminum tanpa direbus, tidak perlu listrik, tidak perlu gas, tidak perlu galon, harga terjangkau, praktis dan cukup sediakan air mentah dari kran maupun air sumur.

Pureit memiliki kapasitas yang besar yaitu 9 liter untuk wadah atas dan 9 liter untuk wadah bawah. Bahan plastik yang digunakan juga bahan plastik yang aman untuk makanan (food grade). Selain itu Pureit memiliki desain cantik terdiri dari dua pilihan warna yaitu paduan putih dan biru serta paduan putih dan merah marun.

Pureit memberikan garansi produk selama 1 tahun.

Cara Kerja Pureit

Pertama tuangkan air mentah dari kran ataupun air sumur ke dalam Pureit. Selanjutnya Pureit akan bekerja memurnikan air mentah tersebut. Proses pemurnian air menggunakan Pureit melalui 4 tahapan, yaitu:

  • Saringan Serat Mikro, disini air akan dibersihkan dari kotoran yang terlihat.
  • Serat Karbon Aktif, selanjutnya pada proses ini air
  • Processor Pembunuh Kuman, disini terdapat programme disinfection technologi yang dapat membunuh bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat.
  • Penjernih, air akan menjadi jernih, tidak berbau dan tidak berasa / memiliki rasa yang alami

 Kelebihan Pureit

Pureit memiliki perangkat pembunuh kuman (Germkill Kit) yang tahan lama dan bisa diganti secara periodik. Ada tiga komponen dalam Germkill yang harus diganti secara bersamaan setelah bekerja memurnikan air sebanyak 1500 liter yang setara dengan 80 galon air. Untuk pemakaian normal tahan dalam waktu 6-8 bulan.

Pureit Memiliki Jaminan Perlindungan

Perlindungan 1, Pureit Germkill Life Indicator

Bekerja memberikan peringatan beberapa hari sebelum jadwal penggantian Germkill Kit. Jika tanda peringatan muncul maka sebaiknya persiapkan Germkill Kit yang baru dan gantilah pada saat yang telah ditentukan.

Perlindungan 2, Mekanisme Penghentian Otomatis

Jika pada saatnya ternyata Germkill Kit belum diganti maka alat ini akan menghentikan secara otomatis aliran air sampai penggantian Germkill Kit yang baru. Hal ini dilakukan agar air tidak meluap ke Germkill  Life Indicator sehingga air tetap aman untuk dikonsumsi.

Yang Harus Diperhatikan

Secara umum teknologi Pureit mampu memurnikan air dari kuman-kuman berbahaya jika digunakan sesuai dengan panduan. Oleh karena itu perhatikan baik-baik petunjuk penggunaan.

  • Pastikan wadah transparan dan kran air berada di tempat yang bersih dan higienis.Tidak terkontaminasi melalui kontak tangan, lap pengering, pencucuian, dan lain-lain.
  • Jika air Pureit akan disimpan dalam wadah ataupun botol maka pastikan wadah atau botol tersebut bersih dari kuman.
  • Saat wadah transparan dibersihkan, pastikan telah dipisahkan dari penjernih maupun wadah pembersih penampung sehingga tidak ada air yang masuk ke dalam penjernih.

Sertifikasi

Pureit telah mendapat sertifikasi dari berbagai lembaga penelitian dan institusi kesehatan baik lembaga internasional maupun lembaga nasional, diantaranya:

  • Environmental Proctection Agency, Amerika Serikat
  • Scottish Parasite Diagnostic Laboratory,Glasgow
  • London School Of Hygiene And Tropical Medicine (University Of London)
  • SRL Ranbaxy, Clinical Reference Laboratory
  • National Environmental Engineering Institute, Mumbay
  • Apollo Hospital Chennai
  • Central Food Technological Research Institute, India
  • Indian Public Health Association
  • Institution Of Public Health Engineers, India
  • King Institute Preventive Medicine, Guindy, Cheenay
  • National Institute Of Cholera And  Enteric Diseases,India
  • Sundaram Medical Foundation
  • Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gajah Mada
  • Laboratorium Kualitas Air Fakultas teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Dengan sederet keunggulan, tentu Pureit akan membantu banyak keluarga dalam mendapatkan air bersih siap minum dengan cara yang mudah.

Mulai sekarang, mari bersama-sama kita sayangi air dengan melestarikan sumber air, dimulai dari rumah kita. Jika setiap rumah di negeri ini melakukan hal yang sama maka ancaman krisis air bersih akan teratasi. Upaya kita hari ini adalah untuk masa depan dengan air yang mencukupi bagi semua orang.


Sumber:

http://www.pureitwater.com

http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/05/101046/Kekeringan-Makin-Parah-di-Jateng

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/12/08/23/m97myq-cari-air-bersih-warga-lereng-merapi-turuni-tebing-curam

http://www.wartanews.com/nasional/2caaa181-b9ac-dc15-9c57-954a025ad3ab/indonesia-terancam-krisis-air-bersih

http://www.scribd.com/doc/39525805/Skematis-Sumur-Yang-Sehat

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Kvx0wAhkAeMJ:marno.lecture.ub.ac.id/files/2012/02/SUMBER-MATA-AIR-DAN-PELESTARIAN-MANFAATNYA.doc+&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESh9iUTDU2K-184XxP3JypZAQpxkEmGftmvcsI4sTNDZooSa7h5K_wxyMIX_gSyzSdjd9urUGcfwU3ElwEPWO4RzqdUHnLDiJvTCmZVaQTUf3xv97srNMz_WGQCwMXoBeZ6L4ecf&sig=AHIEtbRR2tcIza_df2D4xGwc4bfXAuiMtA

http://www.pusair-pu.go.id/artikel/kesatu.pdf

http://www.bisnis.com/articles/menteri-lh-15-danau-di-indonesia-dalam-kondisi-kritis

http://www.sainsindonesia.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=227:kondisi-15-danau-kritis&catid=55&Itemid=162

http://www.inilah.com/read/detail/1868818/normalisasi-citarum-hanya-di-hilir-tak-maksimal

http://www.inilahkoran.com/read/detail/1328512/separuh-lahan-kritis-jabar-ada-di-hulu-citarum

http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-1901.html

http://m.okezone.com/read/2008/01/17/1/76034/62-sungai-di-indonesia-tercemar-limbah

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Air_bersih

http://alamendah.wordpress.com/2010/08/12/kerusakan-sungai-dan-daerah-aliran-sungai-di-indonesia/

http://www.kelarair.bppt.go.id/Sitpa/Laporan/airber.html

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/02/04/15091414/Kondisi.Air.Tanah.Memprihatinkan.

http://bapelkescikarang.or.id/bapelkescikarang/index.php?option=com_content&view=article&id=561:kondisi-air-tanah-di-kota-bekasi-memprihatinkan&catid=39:kesehatan&Itemid=15

http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/06/01/sungai-thames-

ikut-menghidupkan-london/

http://id.wikipedia.org/wiki/Bau_Besar